Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:10 WIB
Seorqng karyawan PT Petrosea sedang berjalan bersama tiga orang pelajar dengan senyum yang terpancar dari wajah-bersiap menyambut inovasi baru PT Petrosea Tbk dalam memperluas air layak minum di sorong. (CEPOSONLINE.COM/PT Petrosea Tbk).
Seorqng karyawan PT Petrosea sedang berjalan bersama tiga orang pelajar dengan senyum yang terpancar dari wajah-bersiap menyambut inovasi baru PT Petrosea Tbk dalam memperluas air layak minum di sorong. (CEPOSONLINE.COM/PT Petrosea Tbk). 

CEPOSONLINE.COM, SORONG-Ketersediaan air bersih dan layak minum masih menjadi tantangan bagi sebagian warga di Sorong, Papua Barat Daya. Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Petrosea Tbk menghadirkan inisiatif sosial bernama PetroHygiene.

Program ini memanfaatkan air hujan menjadi sumber air alternatif yang aman dikonsumsi melalui sistem pemanenan, penampungan, dan pengolahan khusus.

Inisiatif yang dikembangkan melalui pilar lingkungan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) ini memanfaatkan area tangkapan air hujan seluas 350 meter persegi, dengan area efektif pemanenan seluas 84 meter persegi.

Sistem ini memiliki kapasitas penangkapan air hujan sebesar 2.658,18 liter dan kemampuan produksi hingga 637,96 liter per hari, serta kapasitas penyimpanan mencapai 2.000 liter.

Sejak mulai diterapkan, PetroHygiene telah menjangkau sekitar 85 keluarga sebagai penerima manfaat langsung. Kehadiran program ini memberikan dampak positif di berbagai bidang, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga ekonomi.

Dari aspek lingkungan, pemanfaatan air hujan membantu mengurangi limpasan air permukaan. Sementara itu, dari sisi kesehatan, pemantauan program menunjukkan adanya penurunan kasus gangguan kesehatan akibat air bersih sekitar 66 persen.

Dari segi ekonomi, program ini membantu mengurangi pengeluaran warga untuk kebutuhan air hingga 98 persen. Secara keseluruhan, estimasi penghematan yang dirasakan oleh keluarga penerima manfaat mencapai sekitar Rp359 juta per tahun.

“Melalui PetroHygiene, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi berdampak nyata dapat dimulai dari pemanfaatan sumber daya di sekitar menjadi solusi yang bermanfaat,” ujar Direktur PT Petrosea Tbk, Meinar Kusumastuti, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026). 

Bagi Petrosea, keberhasilan program tidak hanya diukur dari teknologi yang diterapkan, tetapi juga dari manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat dikembangkan dan menginspirasi penerapan solusi serupa di wilayah lain,” imbuhnya. 

Berkat inovasi tersebut, PetroHygiene berhasil meraih penghargaan Gold untuk Kategori Inovasi Sosial dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan oleh PT SUCOFINDO (Persero) pada September 2026.

Penghargaan ini mengapresiasi langkah Petrosea dalam menghadirkan solusi berbasis lingkungan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, sosial, dan ekonomi. 

Pencapaian ini juga mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Petrosea didukung oleh penerapan budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang kuat. 

Perusahaan berpegang pada target nihil kecelakaan kerja (zero accident), keunggulan operasional, perbaikan berkelanjutan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).(*)

Editor : Elfira Halifa
sorong Ceposonline.com air minum