Inflasi Sorong 5,47 Persen, Harga Cabai Rawit Melonjak hingga Rp170 Ribu/Kg

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:53 WIB
TPID Kota Sorong ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Remu Kota Sorong dan Supermarket Saga, Rabu (28/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/FAUZIA)
TPID Kota Sorong ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Remu Kota Sorong dan Supermarket Saga, Rabu (28/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/FAUZIA) 

CEPOSONLINE.com, SORONG – Tekanan inflasi di Kota Sorong semakin menjadi perhatian setelah tercatat mencapai 5,47 persen pada September 2026. Kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp140.000 hingga Rp170.000 per kilogram menjadi salah satu komoditas yang dipantau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong melalui inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Remu Kota Sorong dan Supermarket Saga, Rabu (28/10/2026).

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kota Sorong, Milan Latumetan, mengatakan sidak dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Milan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Remu, harga rica mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni berkisar Rp140.000 hingga Rp170.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah tercatat Rp45.000 per kilogram dan bawang putih masih dalam kondisi normal.

Menurut Milan, pemantauan juga dilakukan di Supermarket Saga yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, kawasan Kuda Laut, Kota Sorong. Hasilnya, selain cabai rawit, harga sejumlah bahan pokok lainnya masih relatif stabil dan ketersediaan stok dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Nataru.

Sidak tersebut melibatkan Kejaksaan Negeri Sorong, Perum Bulog Sorong, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Sorong, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Satgas Pangan Polres Sorong Kota.

Milan mengatakan, keterlibatan lintas instansi diperlukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang relatif stabil.

Sementara itu, salah satu pedagang rica di Pasar Remu, Yani, mengatakan mahalnya harga cabai dipengaruhi terbatasnya stok akibat musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada gagal panen. Kondisi tersebut membuat pedagang harus mendatangkan cabai dari luar daerah, termasuk Makassar.

“Rica dibawa dari Makassar, karena di sini stok tipis. Panas terus, tidak hujan toh, gagal panen. Harga sebelumnya Rp50 ribu per kilo, awal mahal Rp90 ribu per kilo, naik Rp120 ribu per kilo, naik Rp140 sampa Rp170 ribu per kilo” ungkapnya.(zia)

Editor : Lucky Ireeuw
sorong Inflasi