CEPOSONLINE.COM - Timnas Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah di sektor penyerang tengah atau nomor 9. Meski Mitchell Baker tampil sebagai pencetak gol terbanyak di FIFA ASEAN Cup 2026, kemampuan striker dalam menciptakan peluang secara mandiri dinilai masih perlu menjadi perhatian menjelang Piala Asia 2027.
Dilansir dari radarpati.jawapos.com pengamat sepak bola Gita Suwondo, yang akrab disapa Bung GAZ, menilai Indonesia membutuhkan penyerang yang tidak hanya piawai menyelesaikan peluang, tetapi juga mampu melewati lawan, membuka ruang, dan menciptakan kesempatan ketika pertahanan lawan bermain rapat.
Menurutnya, produktivitas Baker selama turnamen regional belum sepenuhnya menjawab kebutuhan Timnas Indonesia untuk bersaing di level Asia.
“Satu hal lagi, solusi kita untuk pemain nomor 9 belum kita dapat untuk kelas Piala Asia. Mitch terlepas dari menjadi top skor di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan 9 gol yang dilesakkan,” kata Gita, dikutip dari Kompas.com.
Ia menjelaskan, dari delapan penampilan bersama Timnas Indonesia, Baker mencetak satu hattrick ke gawang Kamboja, satu gol melawan Timor Leste, serta lima gol ketika menghadapi Bangladesh.
Gita menyoroti bahwa gol-gol tersebut dinilai lebih banyak berasal dari penyelesaian akhir di dekat gawang atau tap-in. Menurutnya, striker juga perlu memiliki kemampuan individu untuk menciptakan peluang tanpa selalu bergantung pada umpan rekan setim.
“Pada saat dia harus menjadi pemain nomor 9 membuka ruang melakukan dribel dia gagal, kemarin pada saat laga final melawan Timnas Thailand sekali melakukan dribel berhasil tapi tendangannya lemah,” ujarnya.
Gita bahkan menilai Ole Romeny dapat menjadi alternatif di posisi tersebut apabila dibutuhkan, meskipun posisi aslinya bukan penyerang nomor 9.
Penilaian itu bukan berarti mengabaikan kontribusi Baker. Catatan sembilan golnya tetap menunjukkan kemampuan dalam memaksimalkan peluang. Tantangan bagi John Herdman adalah menyiapkan variasi serangan ketika lawan mampu membatasi ruang gerak penyerang Indonesia.
Sejumlah Striker Diaspora Ikut Disorot
Di tengah persiapan menuju Piala Asia 2027 dan target jangka panjang ke Piala Dunia 2030, sejumlah pemain diaspora turut menjadi bahan pembicaraan sebagai calon tambahan kekuatan di lini depan.
Beberapa nama yang disebut dalam sumber pemberitaan antara lain:
Markús Páll Ellertsson, penyerang ÍA Akranes di Islandia.
Jim Croque, pemain NEC Nijmegen di Belanda.
Tim Waterink, pemain De Treffers di Belanda.
Delano Ladan, pemain Koninklijke HFC di Belanda.
Jael Pawirodihardjo, pemain MVV Maastricht di Belanda.
Meski demikian, nama-nama tersebut belum dapat dianggap sebagai calon naturalisasi yang telah dipastikan. Status keturunan, kelayakan membela Indonesia, serta perkembangan komunikasi dengan PSSI perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi.
Piala Asia 2027 Menjadi Ujian Berikutnya
Setelah FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi tantangan lebih berat di Piala Asia 2027. Berdasarkan informasi dalam naskah sumber, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. (*)
Editor : AdminDua