Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Persaingan Ketat Golden Boot Piala Dunia 2026: Messi dan Mbappé Terdepan, Harry Kane Masih Mengancam

Mustakim Ali • Minggu, 12 Juli 2026 | 18:37 WIB
Ketiga pemain yang saat ini merupakan kandidat kuat calon Golden Boot Piala Dunia 2026. Ada Messi, Mbappé dan Harry Kane.(Ilustrasi Istimewah/CEPOSONLINE.COM)
Ketiga pemain yang saat ini merupakan kandidat kuat calon Golden Boot Piala Dunia 2026. Ada Messi, Mbappé dan Harry Kane.(Ilustrasi Istimewah/CEPOSONLINE.COM)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Perburuan Golden Boot atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin memasuki fase paling menegangkan.

 

Setelah babak perempat final berakhir, dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dari Argentina dan Kylian Mbappé dari Prancis, masih berbagi posisi teratas daftar pencetak gol terbanyak dengan koleksi delapan gol.

 

Dengan hanya menyisakan babak semifinal dan final, persaingan kini berubah menjadi duel prestise antara dua generasi terbaik sepak bola dunia.

 

Namun, di balik rivalitas Messi dan Mbappé, penyerang Inggris Harry Kane masih menyimpan peluang untuk membalikkan keadaan.

 

Lionel Messi kembali menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil sebagai pembeda. Kapten Argentina itu bukan hanya produktif mencetak gol, tetapi juga menjadi motor serangan Albiceleste dengan torehan empat assist, terbanyak di antara para pesaing Golden Boot.

 

Di sisi lain, Kylian Mbappé terus mempertahankan reputasinya sebagai predator kotak penalti. Bintang Prancis tersebut telah mengoleksi delapan gol dan tiga assist, menjadikannya pesaing terkuat Messi dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi bagi seorang penyerang di Piala Dunia.

 

Persaingan keduanya dipastikan akan berlanjut di semifinal. Bila Argentina dan Prancis sama-sama melaju ke partai puncak, bukan tidak mungkin penentuan Golden Boot baru akan terjadi pada laga final.

 

Meski tertinggal dua gol, penyerang sekaligus kapten Inggris Harry Kane belum kehilangan harapan. Dengan koleksi enam gol, Kane masih memiliki peluang mengejar Messi dan Mbappé apabila mampu tampil tajam di semifinal dan final.

 

Inggris yang sukses melangkah ke empat besar memberi Kane kesempatan memainkan dua pertandingan lagi. Jika mampu mencetak sedikitnya tiga gol, penyerang Bayern Munich tersebut berpotensi menyalip para rivalnya.

 

Sementara itu, perjalanan Erling Haaland harus berakhir setelah Norwegia tersingkir di babak perempat final oleh Inggris.

 

Meski mengoleksi tujuh gol, striker Manchester City tersebut dipastikan tidak lagi memiliki peluang menambah pundi-pundi gol maupun merebut Golden Boot.

 

Namun demikian, performa Haaland sepanjang turnamen tetap mendapat apresiasi karena berhasil membawa Norwegia melangkah jauh dan menjadi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026.

 

Lionel Messi Argentina 8 4 semifinal

Kylian Mbappé Prancis 8 3 semifinal

Erling Haaland Norwegia 7 2 tersingkir

Harry Kane Inggris 6 1 semifinal

 

Dalam perebutan Golden Boot, jumlah gol memang menjadi penilaian utama. Namun FIFA memiliki aturan khusus apabila dua pemain atau lebih mengakhiri turnamen dengan jumlah gol yang sama.

 

Urutan penentu pemenang adalah:

Jumlah gol terbanyak. Jika sama, jumlah assist terbanyak. Jika masih sama, pemain dengan menit bermain lebih sedikit akan dinyatakan sebagai pemenang.

 

Berdasarkan aturan tersebut, Lionel Messi saat ini berada di posisi paling menguntungkan karena memiliki jumlah gol yang sama dengan Mbappé, tetapi unggul dalam catatan assist.

 

Selain bersaing menjadi top skor edisi 2026, Messi dan Mbappé juga tengah menorehkan sejarah baru di panggung Piala Dunia.

 

Dalam catatan sepanjang karier di Piala Dunia, Messi kini telah mengoleksi 21 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Tepat di belakangnya, Mbappé telah mengemas 20 gol, dan berpeluang menyamai bahkan melampaui rekor tersebut apabila tampil produktif hingga final.

 

Meski demikian, rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih menjadi milik legenda Prancis Just Fontaine, yang mencetak 13 gol pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Rekor itu telah bertahan selama hampir 70 tahun dan masih sulit dipecahkan.

 

Dengan hanya tersisa dua pertandingan bagi tim yang masih bertahan, setiap gol akan menjadi sangat berharga.

 

Messi ingin menutup karier Piala Dunianya dengan satu lagi penghargaan individu, sementara Mbappé bertekad mempertahankan statusnya sebagai penyerang paling mematikan generasi sekarang.

 

Di sisi lain, Harry Kane siap memanfaatkan setiap peluang untuk membuat kejutan.

 

Perburuan Golden Boot Piala Dunia 2026 kini bukan sekadar soal statistik, tetapi juga pertarungan gengsi para penyerang terbaik dunia.

 

Hingga peluit panjang laga final dibunyikan, satu gol saja bisa mengubah segalanya dan menentukan siapa yang akan dinobatkan sebagai Raja Gol Piala Dunia 2026.(*)

 

Editor : Elfira Halifa
#golden boy #Ceposonline.com #sepakbola