Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Portugal vs Kroasia Pecahkan Rekor Injury Time dan 4 Gol Dianulir, Ini Penjelasanya

Mustakim Ali • Jumat, 3 Juli 2026 | 09:54 WIB
Cristiano Ronaldo saat berduel dengan pertahanan Kroasia di Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Juma (3/7/2026) pagi. (X)
Cristiano Ronaldo saat berduel dengan pertahanan Kroasia di Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Juma (3/7/2026) pagi. (X)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia menjadi salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Portugal 2-1 itu tidak hanya menyajikan tensi tinggi hingga peluit panjang, tetapi juga mencatat tambahan waktu (stoppage time) yang secara akumulatif mencapai sekitar 20 menit.

Tambahan waktu yang sangat panjang tersebut langsung menjadi perbincangan di berbagai belahan dunia. Banyak penggemar sepak bola mempertanyakan alasan wasit memberikan injury time dalam durasi yang tidak biasa.

Namun, jika merujuk pada regulasi yang diterapkan FIFA dan Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB), keputusan tersebut memiliki dasar yang jelas. Sejak Piala Dunia 2022, FIFA menginstruksikan seluruh perangkat pertandingan agar menghitung secara akurat seluruh waktu yang hilang selama pertandingan berlangsung, sehingga waktu bermain efektif benar-benar mendekati 90 menit.

Waktu yang hilang akibat pemeriksaan VAR, selebrasi gol, pergantian pemain, penanganan cedera, eksekusi penalti, hingga jeda minum (hydration break) wajib dikembalikan melalui tambahan waktu di akhir setiap babak.

Dalam pertandingan Portugal kontra Kroasia, terdapat sedikitnya tiga pemeriksaan VAR yang berlangsung cukup lama. Selain itu, empat gol dianulir setelah melalui proses peninjauan, termasuk gol Cristiano Ronaldo dan gol penyeimbang Kroasia di penghujung pertandingan. Belum lagi adanya pemberian penalti, beberapa pergantian pemain, kartu kuning, serta hydration break yang semakin menambah waktu terhenti.

Empat Gol Dianulir

Laga ini menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah gol yang dianulir terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026. Hampir seluruh keputusan tersebut berkaitan dengan penerapan Law 11 mengenai offside yang dikonfirmasi menggunakan teknologi Semi-Automated Offside Technology (SAOT) dan Video Assistant Referee (VAR).

Perlu dicatat bahwa hingga kini FIFA belum menerbitkan laporan teknis resmi yang menguraikan secara rinci alasan setiap gol dianulir. Penjelasan berikut disusun berdasarkan tayangan pertandingan, keputusan wasit di lapangan, tayangan ulang VAR, serta laporan sejumlah media internasional.

Gol Cristiano Ronaldo Dianulir

Pada menit ke-61, Cristiano Ronaldo sempat membawa Portugal menggandakan keunggulan melalui penyelesaian akhir yang sempurna setelah menerima umpan dari rekannya.

Namun, sebelum pertandingan dilanjutkan, asisten wasit telah mengangkat bendera offside. VAR kemudian melakukan pengecekan menggunakan teknologi semi-otomatis yang menunjukkan bahwa bagian tubuh Ronaldo yang diperbolehkan untuk mencetak gol berada sedikit melewati garis pertahanan terakhir Kroasia ketika umpan dilepaskan.

Berdasarkan Law 11 IFAB, seorang pemain dinyatakan offside apabila berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibanding bola dan pemain bertahan kedua terakhir saat bola dimainkan, kemudian ikut memengaruhi jalannya permainan. Karena itulah gol Ronaldo akhirnya dibatalkan.

Gol Kroasia Dianulir Karena Offside Dalam Fase Serangan

Kroasia juga sempat mencetak gol pada babak kedua. Akan tetapi, sebelum pertandingan kembali dimulai, VAR melakukan pemeriksaan terhadap proses terciptanya gol.

Hasil pemeriksaan menunjukkan salah seorang pemain Kroasia telah berada dalam posisi offside saat awal serangan dibangun dan kemudian terlibat aktif dalam proses terciptanya gol.

Walaupun pemain yang mencetak gol bukan pihak yang berada dalam posisi offside, keterlibatan pemain tersebut dalam fase penyerangan membuat keseluruhan proses dianggap melanggar Law 11. Akibatnya, gol tidak disahkan.

Gol Kroasia Kembali Dianulir

Memasuki sekitar menit ke-80, Kroasia kembali berhasil membobol gawang Portugal.

Namun VAR sekali lagi meminta wasit meninjau ulang proses terjadinya gol. Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan rekaman multi-sudut dan teknologi semi-automated offside, ditemukan adanya pelanggaran offside dalam rangkaian serangan sebelum bola masuk ke gawang.

Sesuai ketentuan Laws of the Game, setiap gol yang berasal dari proses penyerangan yang diawali pelanggaran offside wajib dianulir meskipun penyelesaian akhirnya dilakukan secara sah.

Gol Penyeimbang Kroasia di Injury Time Jadi Kontroversi

Keputusan paling kontroversial terjadi pada masa injury time.

Kroasia sempat mencetak gol yang membuat skor menjadi imbang dan memicu selebrasi besar para pemain maupun pendukungnya. Namun wasit kembali menunda pengesahan gol karena VAR melakukan pemeriksaan.

Dalam tayangan ulang terlihat bola seolah berasal dari sentuhan pemain Portugal sebelum masuk ke gawang. Akan tetapi, teknologi Connected Ball Technology yang dipasang pada bola pertandingan mendeteksi adanya sentuhan sangat tipis dari kepala pemain Kroasia yang berada dalam posisi offside.

Sentuhan tersebut dinilai sebagai aksi memainkan bola. Berdasarkan Law 11 IFAB, pemain yang berada dalam posisi offside tidak boleh memperoleh keuntungan dari sentuhan tersebut. Karena itulah gol penyeimbang Kroasia akhirnya dianulir.

Keputusan tersebut sempat memicu protes keras dari para pemain Kroasia, tetapi wasit tetap mengesahkan hasil pemeriksaan VAR.

Mengapa Tambahan Waktu Bisa Hampir 20 Menit?

Besarnya tambahan waktu pada pertandingan ini bukan merupakan keputusan spontan wasit, melainkan hasil akumulasi dari seluruh waktu yang hilang selama pertandingan.

Faktor-faktor yang memengaruhi lamanya injury time antara lain, tiga pemeriksaan VAR dengan durasi cukup panjang, empat gol yang dianulir sehingga memerlukan proses pemeriksaan ulang, pemberian penalti kepada Portugal, sejumlah pergantian pemain, penanganan pelanggaran dan pemberian kartu dan hydration break akibat kondisi cuaca.

Sesuai pedoman FIFA, seluruh waktu yang terbuang akibat insiden tersebut harus dikembalikan sehingga pertandingan berlangsung dengan waktu bermain efektif yang mendekati 90 menit.

Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi FIFA untuk mengurangi praktik mengulur-ulur waktu yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan dalam pertandingan sepak bola.

Dengan seluruh drama tersebut, Portugal akhirnya memastikan kemenangan 2-1 atas Kroasia dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, laga ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling kontroversial dan paling panjang dalam sejarah turnamen, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana teknologi VAR, Semi-Automated Offside Technology, dan Connected Ball Technology memainkan peran penting dalam memastikan keputusan wasit sesuai dengan regulasi permainan.(*)

Editor : Yohanes Palen
#piala dunia 2026