CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, melontarkan sindiran halus kepada Belanda usai timnya menyingkirkan Oranje pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Menurutnya, strategi defensif yang diterapkan Belanda menjadi bukti bahwa Maroko kini telah berkembang menjadi tim yang disegani di panggung sepak bola dunia.
Adapun Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar setelah menaklukkan Belanda 3-2 melalui adu penalti, menyusul hasil imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu pada Selasa (30/6/2026).
Ouahbi mengaku terkejut melihat perubahan gaya bermain Belanda yang selama ini dikenal mengandalkan penguasaan bola.
Ia menilai pendekatan bertahan yang dipilih Oranje merupakan bentuk penghormatan terhadap kualitas yang dimiliki Singa Atlas.
"Saya benar-benar tidak menyangka mereka bermain dengan blok pertahanan seperti itu, karena Belanda biasanya suka menguasai bola. Namun, saya melihat cara mereka bermain sebagai bentuk penghormatan mereka kepada Maroko," ujar Ouahbi, seperti dikutip Reuters.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga menyebut kemenangan atas Belanda menjadi momen yang membanggakan bagi jutaan rakyat Maroko.
Ia mengungkapkan dukungan luar biasa dari masyarakat yang rela terjaga hingga dini hari menjadi suntikan semangat bagi para pemain.
"Maroko kini mendapatkan rasa hormat dari semua orang dan kami berhasil menunjukkannya,"tegasnya.
Ia menyebutkan bahwa pemainnta tahu di belakang mereka ada jutaan rakyat yang mendukung.
"Kami bermain pukul dua pagi waktu Maroko, dan saya yakin sebagian besar masyarakat tetap terjaga. Dukungan itu memberi energi untuk terus berjuang dan percaya pada diri sendiri," katanya.
Ouahbi menegaskan perjuangan timnya melampaui sekadar mengejar kemenangan di lapangan.
Ia melihat para pemain membawa harapan dan kebanggaan seluruh rakyat Maroko setiap kali bertanding.
"Tim ini, termasuk seluruh tim muda Maroko, berjuang untuk sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar sepak bola atau memenangkan pertandingan,"pintanya.
Selain memuji mentalitas anak asuhnya, Ouahbi mengklaim Maroko tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.
Ia menyebut timnya menguasai sekitar 70 persen penguasaan bola, menciptakan lebih banyak peluang, serta mampu mengendalikan ritme permainan hingga akhirnya memastikan kemenangan lewat adu penalti.
"Kami benar-benar mendominasi Belanda. Kami memiliki sekitar 70 persen penguasaan bola, lebih banyak tembakan, dan peluang yang lebih besar,"ujarnya.
Ouahbi mengaku, anak asuhnya bermain cukup tenang. Mereka memainkan permainan yang baik dan percaya diri.
"Ya, ketika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti, kami tahu memiliki kiper yang luar biasa,"cetusnya.
Meski sukses menyingkirkan salah satu tim kuat Eropa, Ouahbi meminta anak asuhnya tidak larut dalam euforia.
Ia menegaskan fokus kini beralih ke babak 16 besar, di mana Maroko akan menghadapi Kanada.
Ouahbi mengakui Kanada merupakan lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Namun, dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi usai menumbangkan Belanda, ia optimistis Singa Atlas mampu kembali memberikan kejutan dan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. (*).
Editor : Yohanes Palen