Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

6 Teknologi Cangih di Piala Dunia 2026, dari Bola Pintar Hingga AI

Lucky Ireeuw • Senin, 29 Juni 2026 | 12:23 WIB
  Bola resmi Adidas Trionda Piala Dunia 2026 dibekali teknologi canggih yakni chip sensor khusus.
  Bola resmi Adidas Trionda Piala Dunia 2026 dibekali teknologi canggih yakni chip sensor khusus.

CEPOSONLINE.COM. JAYAPURA - Gelaran ajang sepak bola terbesar sejagat, FIFA World Cup 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain sepak bola terbaik dunia, tetapi juga ajang unjuk kemampuan teknologi olahraga terkini. 

Turnamen yang berlangsung selama 39 hari ini juga akan menjadi panggung unjuk gigi teknologi paling mutakhir. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit, pengalaman penonton, hingga analisis pertandingan.

Sejumlah teknologi canggih kembali digunakan untuk mendukung jalannya pertandingan agar lebih adil, transparan, dan modern. Berikut beberapa teknologi canggih yang digunakan dalam ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. 

Teknologi Canggih yang Dipakai di FIFA World Cup 2026 

1.    Bola Pintar Adidas Trionda 
Salah satu inovasi paling menarik di Piala Dunia 2026 adalah penggunaan bola resmi Adidas Trionda. Nama 'Trionda' (berasal dari bahasa Spanyol yang berarti 'tiga gelombang'). Ini bukan sekadar bola sepak biasa, karena bola ini yang dibekali teknologi canggih. 
Bola trimoda memiliki sensor khusus yang mampu merekam berbagai pergerakan secara real-time. Di dalam salah satu panel bola tertanam sebuah chip sensor canggih bernama Inertial Measurement Unit (IMU) yang berfungsi mendeteksi akselerasi, rotasi, putaran, hingga kontak yang terjadi pada bola.
Sensor tersebut mampu menghasilkan hingga 500 pembacaan data per detik, sehingga membantu wasit dan tim VAR dalam mengambil keputusan yang lebih akurat selama pertandingan berlangsung.  "Teknologi ini mengirimkan data presisi ke sistem Video Assistant Referee (VAR) secara real-time, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan ofisial pertandingan, termasuk terkait insiden offside," tulis pernyataan resmi FIFA..

2.    Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT)
Sering kesal melihat asisten wasit terlambat mengangkat bendera offside? Di Piala Dunia 2026, hal itu akan berkurang drastis.
FIFA menghadirkan versi terbaru Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

Atau  teknologi offside semi-otomatis. Jika sistem sebelumnya baru akan memberi peringatan saat pemain terjebak offside lebih dari 50 cm, kini sensor tersebut jauh lebih sensitif dan bisa mendeteksi jarak sekecil 10 cm.

Hebatnya lagi, sistem ini akan mengirimkan peringatan audio secara real-time langsung ke earpiece yang dipakai wasit utama di lapangan.
Teknologi offside semi otomatis generasi terbaru ini menjadi salah satu andalan FIFA untuk mempercepat proses pengambilan keputusan offside. 
 Sistem ini memadukan kamera berkecepatan tinggi, sensor pada bola, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi posisi pemain secara presisi.

3.    Avatar Pemain 3D Berbasis AI

Keterlibatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) juga akan sangat terasa berkat kerja sama strategis antara FIFA dan raksasa PC, Lenovo.

Setiap pemain yang berlaga di Piala Dunia akan dipindai secara digital untuk menciptakan avatar model 3D yang sangat akurat. Proses pemindaian ini hanya memakan waktu sekitar satu detik dan mampu melacak dimensi tubuh pemain dengan sangat detail.

Data avatar ini digunakan untuk memperkuat teknologi offside semi-otomatis, serta memberikan tayangan VAR 3D yang jauh lebih realistis bagi penonton di stadion maupun di layar kaca.

Selain itu, teknologi ini didukung pemindaian tiga dimensi yang mampu menciptakan avatar digital pemain. Sebanyak 16 kamera pelacak optik yang terpasang di setiap stadion menghasilkan jutaan titik data selama pertandingan untuk membantu menentukan posisi offside secara lebih cepat dan akurat.


4. Kamera Tubuh untuk Wasit

Pada Piala Dunia 2026, wasit yang bertugas di lapangan juga dibekali kamera tubuh atau body cam. Perangkat ini memungkinkan penonton menyaksikan sudut pandang langsung dari wasit selama pertandingan berlangsung. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, tayangan yang sedang ditinjau melalui monitor VAR juga dapat ditampilkan secara langsung di layar stadion sehingga penonton mengetahui proses evaluasi yang dilakukan wasit.  

5. Setiap Pemain Telah Dipindai Secara Digital
Piala Dunia 2026 akan menampilkan salah satu penggunaan pemodelan pemain paling ekstensif yang pernah ada dalam sejarah sepak bola.
Para pemain yang berpartisipasi telah menjalani pemindaian tubuh yang memungkinkan FIFA untuk membuat representasi digital tiga dimensi yang detail. Model-model tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan rekonstruksi visual dari insiden offside dan momen-momen lain yang membutuhkan analisis posisi yang tepat.
Teknologi ini juga menawarkan penjelasan yang lebih jelas kepada pemirsa tentang bagaimana keputusan-keputusan tertentu diambil. Seiring dengan semakin canggihnya sistem pelacakan, visualisasi semakin menggantikan grafik statis dan diagram yang disederhanakan.

6. Facial Recognition Berbasis AI

di Beberapa stadion di Amerika Serikat menerapkan teknologi  pengenalan wajah atau facial recognition berbasis kecerdasan buatan ( AI). Sistem ini memungkinkan penonton yang telah terdaftar masuk ke stadion tanpa perlu menunjukkan tiket fisik. Selain sebagai akses masuk, teknologi pengenalan wajah juga dapat digunakan untuk mendukung sistem pembayaran digital yang lebih cepat dan praktis.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses masuk stadion sekaligus meningkatkan pengalaman pengunjung selama menyaksikan pertandingan. 

7. Anjing Robot Pengaman
Di sektor keamanan, pihak kepolisian Meksiko tidak mau kalah canggih. Pemerintah kota Guadalupe (bagian dari area metro Monterrey) mengerahkan kawanan "anjing robot" untuk mengamankan jalannya turnamen.

Robot berkaki empat senilai 2,5 juta peso (sekitar Rp 2,3 miliar) ini ditugaskan untuk masuk ke area berbahaya atau mendatangi lokasi keributan. Mereka akan menyiarkan video langsung (live streaming) ke pusat komando keamanan. Tujuannya adalah memberikan gambaran situasi awal guna melindungi keselamatan fisik anggota kepolisian sebelum mereka terjun ke lokasi konflik.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Ceposonline.com #piala dunia 2026