Salah satunya adalah perlakuan khusus terhadap bendera Arab Saudi yang tidak diperbolehkan menyentuh tanah selama seremoni sebelum pertandingan.
Momen tersebut terjadi saat Arab Saudi menghadapi Uruguay pada laga pembuka Grup H.
Berbeda dengan bendera negara peserta lainnya yang dibentangkan di atas rumput, bendera Arab Saudi terlihat diangkat dan dijaga agar tidak menyentuh lapangan.
Keputusan itu merupakan bagian dari aturan khusus yang diterapkan FIFA dalam menghormati nilai budaya dan agama yang melekat pada simbol nasional Arab Saudi.
Pada Piala Dunia 2026, FIFA memperkenalkan seremoni baru bertajuk fan-centric, sebuah konsep yang bertujuan mempererat hubungan antara pemain dan suporter sebelum pertandingan dimulai.
Namun dalam prosesi tersebut, bendera raksasa kedua tim biasanya dibentangkan di lapangan saat lagu kebangsaan berkumandang.
Namun, untuk Arab Saudi, FIFA mengambil langkah berbeda.
Menurut laporan Stadium Astro, bendera Arab Saudi menjadi satu-satunya dari 48 negara peserta yang mendapat perlakuan khusus karena memuat kalimat syahadat, yakni deklarasi keimanan dalam Islam yang berbunyi, “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.”
Dikutip dari Roya News, FIFA mempertimbangkan aspek budaya dan agama dalam pengelolaan simbol negara tersebut.
"Bendera Arab Saudi secara resmi memuat deklarasi keimanan Islam, yang mengharuskan bendera tersebut diperlakukan dengan sangat hati-hati dan dilindungi dari praktik-praktik yang dapat dianggap mengurangi makna simbolis dan religiusnya," tulis laporan tersebut.
Karena mengandung kalimat suci, bendera Arab Saudi tidak boleh ditempatkan di lokasi yang berpotensi diinjak, rusak, atau diperlakukan secara tidak hormat.
Pedoman ini telah lama diterapkan pemerintah Arab Saudi dalam berbagai ajang olahraga internasional maupun kegiatan kenegaraan.
Menariknya, demi menjaga kesetaraan perlakuan dalam seremoni sebelum pertandingan, FIFA juga memperlakukan bendera Uruguay dengan cara yang sama.
Kedua bendera diangkat dan tidak diletakkan di atas rumput stadion.
Tradisi penghormatan terhadap bendera Arab Saudi memang telah berlangsung lama.
Selain tidak boleh menyentuh tanah, bendera tersebut juga tidak pernah dikibarkan setengah tiang saat masa berkabung.
Kemudian tidak boleh dipasang terbalik, serta penggunaannya untuk kepentingan komersial sangat dibatasi.
Bahkan, berbeda dengan banyak negara lain, simbol bendera Arab Saudi tidak pernah dicetak pada bola sepak karena dianggap berpotensi menimbulkan tindakan yang tidak menghormati kalimat suci yang tertera di dalamnya. (*).
Editor : Yohanes Palen