CEPOSONLINE.COM, BIAK- Bupati Biak Numfor Markus Octovinus Mansnembra, SH.,MM melepas 47 calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter 10 menuju embarkasi Makassar, di Gedung Negara Biak Numfor 01, Selasa (28/04/2026).
Seremony acara pelepasan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, pimpinan TNI/Polri dan instansi vertikal.
Dari 47 CJH, terdiri dari 18 laki-laki dan 29 perempuan. Jemaah tertua atas nama Kislam Rispamudji yang berusia 80 tahun, sementara jemaah termuda adalah Nurul Marsha Zakira yang baru menginjak usia 18 tahun termuda ini menggantikan orang tuanya yang sudah terdaftar namun meninggal dunia). Para jemaah yang berangkat ini ada yang sudah menunggu daftar antrian dari tahun 2014 lalu.
“Keberangkatan bapak dan ibu sekalian merupakan sebuah anugerah yang luar biasa. Di saat banyak orang masih menanti giliran, tahun ini Bapak dan Ibu terpilih sebagai "Tamu Allah". Oleh karena itu, persiapkanlah diri dengan sebaik-baiknya, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan keikhlasan niat,” ujar bupati di depan para calon jemaah haji.
Dalam kesempatan itu, mengingatkan para CJH agar menjaga kesehatan mereka dengan baik, khususnya lagi ketika sudah berada di Arab Saudi. Dikatakan, cuaca di Arab Saudi tentu berbeda dengan di Biak “Pastikan asupan nutrisi terjaga dan jangan memaksakan diri jika kondisi fisik menurun,” imbuhnya.
Selain itu, Bupati Mansnembra, juga mengatakan kalau CJH ini adalah duta dari Kabupaten Biak Numfor, bahkan duta bangsa Indonesia. Oleh karena itu Ia mengingatkan agar setiap CJH menunjukkanlah akhlak yang mulia, disiplin, dan tertib selama berada di Tanah Suci.
“Selama di perjalanan dan di sana nanti, jagalah semangat kekeluargaan. Saling membantu antar sesama jemaah , terutama bagi mereka yang lanjut usia,” pesannya.
“Saya menitipkan doa, tolong doakan agar Kabupaten Biak Numfor yang kita cintai ini senantiasa dalam perlindungan Tuhan, dijauhkan dari marabahaya, serta tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah