CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kisruh yang terjadi di manajemen PSBS Biak memicu sejumlah petingginya akan mundur.
Terbaru, Presiden Direktur PSBS Biak, Eveline Sanita Injaya sudah menyatakan dirinya mundur dari PSBS Biak.
Adapun Eveline Sanita Injaya merupakan istri dari bos besar tim PSBS Biak, Owen Rahadian. Owen Rahadian sendiri telah mengakuisisi PSBS Biak dengan mayoritas 60 persen saham didalamnya.
Ia juga menjadi sponsor utama tim PSBS Biak dengan perusahan Nusa Tuna. Kini, bos besar PSBS Biak tersebut kemungkinan besar akan ikut mundur mengikuti langkah istrinya.
Meski keduanya saat ini masih bersama PSBS Biak, namun kepastian mereka mundur dari PSBS Biak usai kompetisi Liga 1 musim ini berakhir.
Sementara itu terkait kisruh yang terjadi di PSBS Biak tersebut, kini bos besar PSBS Biak, Owen Rahadian angkat bicara.
"Saya posisi sebagai salah satu pemegang saham dari PSBS Biak,"ucap Owen Rahadian ketika ditemui wartawan di Jayapura, Kamis (15/5/2026) malam.
Kata Owen, meski dirinya sebagai pemilik sahamnya, namun kehadirannya mewakili masyarakat Biak.
"Dalam klub sepak bola posisi tertinggi adalah Presiden Direktur, sehinggga kalau terjadi apa-apa dalam klub maka yang bertanggung jawab adalah Presiden Direktur,"ujarnya.
Owen mengaku, ada beberapa hal yang menjadi kosentrasinya saat ini, salah satunya tentang persiapan tim di musim depan.
"Saya sendiri tidak bisa banyak komentar dalam urusan manajemen, karena itu ranahnya ibu Eveline Sanita Injaya sebagai Presiden Direktur tim,"terangnya.
Owen menyampaikan, sebagai pemilik saham maka pihaknya perlu membicarakan terkait persiapan tim musim depan.
Pasalnya sampai sekarang belum ada satu pun pemain di PSBS Biak yang akan dikontrak untuk dipakai musim depan. Selain itu, soal planning tim untuk musim depan juga belum ada yang dibicarakan sama sekali.
"Sebagai pemilik saham saya sudah berkomunikasi dengan Presiden Direktur untuk kebutuhan anggaran tim musim depan, ini penting agar bisa disiapkan dari sekarang,"tuturnya.
Sementara itu Owen menyampaikan, sebagai salah satu sponsor utama dalam tim PSBS Biak dimana dirinya sudah tidak merasa nyaman berada dalam tim PSBS Biak. Hal ini juga terjadi dengan adanya kisruh dan kegaduhan yang terjadi baik di dalam internal manajemen sendiri maupun pemegang saham.
"Bagi saya nama besar PSBS Biak saya jaga terus dan tanggung jawabnya hanya sampai musim ini,"tegasnya.
Terkait dengan utang dimana pihaknya sudah menjamin akan menyelesaikan semuanya dan ia juga sudah berjanji dengan para vendor akan membayarnya dalam waktu dekat.
Owen menjelaskan, ada beberapa pemilik saham di tim PSBS Biak, sehingga musim depan tanggung jawabnya dengan manajemen yang baru.
"Jadi, untuk manajemen baru ini tidak bisa saya sendiri, saya sudah sampaikan agar lakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), namun tidak satupun pemegang saham hadir,"terangnya.
Menurutnya, jika RUPS ini tidak berjalan, maka kelanjutan tim kedepannya tidak tau seperti apa.
"Kalau saya diam terus maka persiapan tim musim depan pasti tidak berjalan baik, demikian pemain juga kalau tidak bangun komunikasi dari sekarang bisa saja mereka hengkang semuanya,"pintanya.
Ditanya apakah dirinya masih mencintai PSBS Biak dan masih tetap menjadi sponsor musim depan, Owen menjelaskan akan melihat situasi dan kondisi yang ada ditim nanti.
Kendati ia merupakan mayoritas pemilik saham, namun bisa saja ia pergi meninggalkan klub PSBS Biak yang dia sudah sponsori dari Liga 2 musim lalu.
"Kalau tidak nyaman untuk apa bertahan, bisa saja tetap jadi sponsor saja, tetapi tidak lagi lagi urus tim,"kata Owen.
Ditanya soal ada rumor bahwa dirinya akan sponsor Persipura dimusim depan, Owen mengatakan, itu memang rumor yang tengah ramai dibicarakan publik di Papua saat ini.
Ia tak menepis jika dirinya punya niat untuk memajukan sepak bola di Indonesia khususnya di Tanah Papua dengan cara profesional.
"Kalaupun nanti saya harus jadi sponsor disalah satu tim Papua misalkan Persipura itu tidak soal. Apalagi Persipura merupakan salah satu klub di Indonesia yang punya prestasi dan namanya cukup terkenal,"bebernya.
Namun sebelum memutuskan ini semua, dirinya tau betul tentang kosekuensi dan pastinya tanggung jawabnya besar dan sangat berat.
"Sampai saat ini saya tidak pernah mengatakan saya akan ke Persipura lalu meninggalkan PSBS Biak,"ucap Owen.
Kalaupun nantinya dirinya ikut handel 2 klub sepak bola di Papua, secara finansial ia dan rekan-rekan sponsor lainnya sangat siap asal diolah dengan profesional.
"Kalau nanti saya keluar dari PSBS Biak, maka tentunya tidak lagi mendukung finansial, karena saya ingin manajemen klub yang baik,"tuturnya.
Owen menjelaskan, kahadirannya di tim PSBS Biak untuk membantu Pemda Biak dan masyarakat Biak, karena sepak bola ini merupakan bagian dari aspirasi mereka semua.
"Sudah dua musim saya menjadi sponsor PSBS Biak dan bersyukur tidak ada catat apapun, karena nama baik klub dan pribadinya selalu ia jaga,"tambah Owen.
Lanjut Owen dalam satu musim kompetisi dimana harus siapkan dana sekitar Rp.40 miliar diluar dukungan sponsor. Oleh sebab itu jika dirinya bersedia tetap mendukung tim PSBS Biak, maka harus meyediakan dana tersebut.
Namun kembali lagi secara pribadi dia harus nyaman dalam klub dalam hal ini partner kerjanya apakah satu visi dan misi. Dirinya hanya ingin ketika ia mendukung klub tersebut harus saling jaga satu sama lainnya.
"Untuk musim depan apakah saya masih bertahan atau tidak itu kita lihat saja situasinya,"tutup Owen Rahadian. (*)
Editor : Elfira Halifa