Isu Settingan Degradasi Liga 1, Yan Mandenas: Harus Fight untuk Bertahan di Liga 1

Gratianus Silas • Dipublikasikan Senin, 28 April 2025 | 08:38 WIB
Abel Arganaraz selebrasi usai cetak gol bagi PSBS Biak melawan Barito Putera di Stadion Lukas Enembe Sentani, Jayapura, Papua, pada Sabtu 26 April 2025.
Abel Arganaraz selebrasi usai cetak gol bagi PSBS Biak melawan Barito Putera di Stadion Lukas Enembe Sentani, Jayapura, Papua, pada Sabtu 26 April 2025.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Jelang berakhirnya musim 2024/2025, Liga 1 Indonesia dihantam isu kurang sedap dalam beberapa hari belakangan.

Adalah isu pengaturan tim-tim yang akan terdegradasi dari Liga 1 musim ini.

Skenario liar itu bisa saja terjadi beneran jika PSIS Semarang, Semen Padang FC, dan PSS Sleman tak kunjung dapat hasil positif.

Dilansir dari Jawapos.com, isu adanya pengaturan tim yang terdegradasi dibocorkan Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade.

Dia melaporkan adanya keganjalan dalam beberapa pertandingan terakhir yang dilakoni Kabau Sirah.

Dalam keterangannya, Andre Rosiade mengaku mendengar isu yang berkembang bahwa Semen Padang FC jadi salah satu tim yang akan turun kasta.

Selain mereka ada juga PSIS Semarang dan PSS Sleman.

"Ada isu yang berkembang, yang pertama bahwa ada isu bahwa sudah diatur ada klub-klub yang akan terdegradasi karena misal, contoh, ini isu ya, isu ini bisa benar dan bisa salah.”

“Misal PSIS bisa terdegradasi karena sudah ada Persijap Jepara yang sesama Jawa Tengah," kata Andre Rosiade beberapa waktu lalu.

Presiden PSBS Biak, Yan Mandenas (kiri) saat memantau latihan PSBS Biak di Stadion Lukas Enembe Sentani, Jayapura, Papua, Jumat, 25 April 2025.
Presiden PSBS Biak, Yan Mandenas (kiri) saat memantau latihan PSBS Biak di Stadion Lukas Enembe Sentani, Jayapura, Papua, Jumat, 25 April 2025.

Hal inipun menuai berbagai respons dari masyarakat, termasuk tim-tim peserta Liga 1.

Presiden PSBS Biak, Yan Mandenas, ikut merespons isu tersebut, meskipun timnya berada di papan atas klasemen Liga 1 musim ini.

“Pada prinsipnya kita semua harus fight untuk memaksimalkan semua peluang yang ada, agar tetap bertahan di Liga 1,”

Mandenas sendiri mengaku telah berkomunikasi dengan Andre Rosiade yang merupakan sahabatnya.

Ia menjelaskan bahwa satu-satunya menepis isu tersebut ialah dengan meraih hasil positif dan keluar dari zona degradasi.

“Saya juga terus berkomunikasi dengan sahabat saya, Bung Andre, supaya memotivasi timnya untuk berjuang lebih keras agar keluar dari zona degradasi,” pungkasnya.

Bersama Malut United, baik PSBS Biak maupun Semen Padang sama-sama merupakan tim promosi Liga 1 musim ini.

Namun, tiga tim memiliki memiliki nasib yang berbeda-beda.

Malut United jadi tim promosi yang paling sukses dengan bertengger di posisi 4 klasemen sementara.

Sedangkan PSBS Biak berada di posisi 11.

Tim asal Papua ini menargetkan posisi 5 besar di akhir musim.

Sementara itu, Semen Padang jadi tim promosi yang paling kurang beruntung karena bertengger di posisi 17 klasemen zona degradasi. (*)

Editor : Gratianus Silas
andre rosiade Liga 1 PSBS Biak Ceposonline.com semen padang degradasi Malut United