Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Manajer PSBS Biak: Ruben Sanadi Tidak Beri Kepastian kepada Manajemen

Gratianus Silas • Rabu, 15 Mei 2024 | 10:56 WIB
Manajer PSBS Biak, Yan Mandenas, siap menyatakan komitmennya mengharumkan nama besar Papua di kancah sepak bola nasional.
Manajer PSBS Biak, Yan Mandenas, siap menyatakan komitmennya mengharumkan nama besar Papua di kancah sepak bola nasional.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Terkait dengan berakhirnya kontrak Ruben Sanadi bersama PSBS Biak jelang bergulirnya Liga 1 musim 2024/2025 direspons Yan Mandenas.

Manajer PSBS Biak itu menjelaskan bahwa Ruben tidak memberikan kepastian kepada klub untuk merumput lagi musim depan.

“Jadi, statemen Ruben yang menyatakan bahwa dia tidak menyangka putus kontrak dengan PSBS Biak itu tidak benar,” tegas Mandenas, Selasa (14/5/2024) malam.

Sebab, saat berakhirnya Liga 2, pada 23 Maret 2024, Mandenas telah mengirim penawaran pra kontrak kepada Ruben untuk melanjutkan kontrak dengan PSBS Biak.  

“Saya sudah sampaikan juga sebelum pembubaran tim di Biak, termasuk saya panggil untuk meminta kesediaan dia untuk perpanjang kontrak dengan PSBS Biak.”

“Namun, pemain yang bersangkutan (Ruben) yang belum memberikan kepastian kepada kita.”

“Dia sampaikan bahwa akan pikir-pikir dulu. Dia minta waktu,” jelas Mandenas.

Kapten PSBS Biak, Ruben Sanadi, raih penghargaan sebagai pemain dengan assist terbaik di putaran pertama Pegadaian Liga 2 Indonesia musim 2023/2024.
Kapten PSBS Biak, Ruben Sanadi, raih penghargaan sebagai pemain dengan assist terbaik di putaran pertama Pegadaian Liga 2 Indonesia musim 2023/2024.

Diketahui, pada 23 Maret 2024, Mandenas mengirim dokumen pra kontrak ke Ruben melalui Whatsapp.

“Ini untuk meminta kesediaan dia (Ruben) mengisi penawaran negosiasi di draf pra kontrak tersebut,” terangnya.

“Sebagian besar pemain juga kita kirim penawaran ini untuk diisi,” sambungnya lagi.

Baca Juga: Yan Mandenas: PSBS Biak Siap Boyong Pemain Blasteran dari Liga Jerman, Ini Sosoknya

Sehari berselang, pada 24 Maret 2024, Mandenas menanyakan apakah Ruben sudah pulang dari Manokwari, Papua Barat, ke Jakarta.

“Supaya kita bisa bertemu di Jakarta pada 25 Maret 2024.”

“Tapi yang bersangkutan tidak merespons,” ujarnya.

Setelah itu, pada 27 Maret 2024, barulah eks Persipura itu merespons pesan Whatsapp Yan Mandenas.

“Dia katakan siap membantu pak manajer. Begitu bahasanya.”

“Tapi saya butuh ketegasan, bantu saya dari sisi apa?”

“Jadi, saya tanyakan, bantu saya, tapi main (bola) atau tidak,” kata Mandenas menceritakan komunikasinya dengan Ruben.

Namun, Ruben disebutkan tidak menjawab sejak 27 Maret 2024.

“Jadi tidak dijawab sejak 27 Maret 2024 sampai hari ini, 14 Mei 2024, baru mengumumkan bahwa kami (manajemen PSBS Biak) melepas dia.”

“Padahal soal kontrak ini, kita sudah kasih deadline waktu cukup lama.”

“Yang bersangkutan sendiri yang tidak kasih kepastian bertemu dengan saya, komunikasi juga tidak dilakukan untuk beri kepastian.”

“Kita anggap pemain ini tidak mau melanjutkan kerja sama dengan kita,” ujarnya.

 Baca Juga: 10 Nama Pemain Baru PSBS Biak Bocor ke Publik, Tim Liga 1 Auto Panik, Siapa Mereka?

Sebaliknya, jika ingin melanjutkan kontrak bersama PSBS Biak, Mandenas menilai Ruben pasti mengisi formulir yang diberikan dan dikirim kembali untuk dapat dinegosiasikan.

“Tapi ini kan tidak, sehingga kita anggap selesai,” ujarnya.

Mandenas menyayangkan sikap Ruben yang mengeluarkan pernyataan seolah membalikan fakta bahwa seakan-akan klub tidak menghargainya.

“Kita sudah memberikan penghargaan, kita sudah tunggu sekian lama untuk negosiasi, tapi dia tidak pernah mengisi draf pra kontrak negosiasi itu,” terangnya.

Padahal, kalau draf tersebut diisi, Mandenas mengaku dapat mempertimbangkannya agar Ruben tetap masuk dalam line up PSBS Biak di Liga 1 musim 2024/2025.

“Jadi sekarang, ketika line up tim sudah kita susun, maka yang yang bersangkutan kalau tidak masuk, ya kita anggap sudah mengambil keputusan untuk tidak bersama PSBS Biak lagi.”

“Jadi kita tidak bisa paksakan,” ungkapnya.

Owner Tim PSBS Biak, Owen Rahadian (tengah) bersama Manajer PSBS Biak, Yan Mandenas (kanan) dan Kapten PSBS Biak Ruben Sanadi (kiri).
Owner Tim PSBS Biak, Owen Rahadian (tengah) bersama Manajer PSBS Biak, Yan Mandenas (kanan) dan Kapten PSBS Biak Ruben Sanadi (kiri).

 

 Baca Juga: Penantian Panjang PSBS Biak Selama 60 Tahun Berbuah Manis, Ini 5 Gelar Yang Dicapainya di Liga 2

Demikian, Mandenas mengklarifikasi bahwa apa yang disampaikan Ruben perihal dirinya dilepas PSBS Biak jelang Liga 1 musim 2024/2025.

“Jadi apa yang disampaikan Ruben itu tidak benar.”

“Karena tidak sesuai fakta.”

“Saya punya bukti dan screenshot semuanya,” pungkasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#Yan Mandenas #Liga 2 #Liga 1 #PSBS Biak #PAPUA BARAT #Jakarta #BIAK #Ceposonline.com #Ruben Sanadi #MANOKWARI #Badai Pasifik #persipura