Velix Wanggai Dipinang BTM sebagai Cawagub Papua: Kami Hormati Apapun Keputusan Ayi BTM

Gratianus Silas • Dipublikasikan Sabtu, 8 Maret 2025 | 23:19 WIB
Pj Gubernur Papua, Velix Wanggai.
Pj Gubernur Papua, Velix Wanggai.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), dikonfirmasi bakal segera mengumumkan pasangannya dalam kontestasi Pilgub Papua.

Terdapat beberapa nama yang erat dikaitkan menjadi pasangan BTM sebagai Calon Wakil Gubernur Papua.

Satu di antaranya adalah Velix Vernando Wanggai.

Kepada Ceposonline.com, Sabtu (8/3/2025), Velix mengonfirmasi bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan BTM terkait kontestasi Pilgub Papua.

Untuk itu, Velix menaruh respek yang tinggi terhadap BTM atas komunikasi awal yang telah terjalin antara keduanya.

“Sebuah kehormatan bagi saya, di mana senior saya, panutan saya, orang tua saya, yakni Ayi (orang tua laki-laki dalam Bahasa Tobati) Benhur Tomi Mano melakukan komunikasi awal dengan saya sejak 27 Februari 2025.”

“Ayi BTM meminang adik Velix Vernando Wanggai menjadi Calon Wakil Gubernur Papua,” ujar Velix Wanggai.

Dalam menindaklanjuti pinangan tersebut, Velix menyebutkan, sejumlah persiapan telah dilakukan, baik secara adat maupun secara administrasi.

Dalam persiapan secara adat, Velix mengaku bahwa keluarga besar Ambai-Kepulauan Yapen, telah melakukan musyawarah.

“Kami sebagai anak adat Ambai dengan nama adat atau nama tanah Sodik-Wanggai, bersama keluarga besar anak-anak Ambai-Yapen akhirnya menyetujui untuk mendampingi Ayi BTM untuk sama-sama mengelola Papua,” terangnya.

Velix sendiri merupakan orang asli Papua (OAP) asal Kepulauan Ambai di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.

“Ayah saya asli Ambai dengan nama adat Sodik-Wanggai. Sodik adalah nama tanah dari Tete (kakek) Mayor Martinus Wanggai. Sedangkan ibu saya asli Kalimantan,” jelasnya.

Dengan demikian, mengacu pada definisi yang tertuang dalam regulasi UU 21/2001 dan UU 2/2021 tentang Otonomi Khusus, serta Peraturan Pemerintah Nomor 106, Velix Wanggai merupakan anak asli Papua.

"Dari jalur patrilineal atau dari orang tua laki-laki, saya pikir sudah jelas juga."

"Artinya, ayah saya asli Papua dan ibu dari Kalimantan, sehingga saya pikir publik mengetahui soal itu, yang mana sudah sejalan denahn definisi dari regulasi."

"Nanti Majelis Rakyat Papua (MRP) akan bisa memberikan verifikasi dan validasi juga soal itu," jelasnya.

Sementara untuk persiapan secara administratif, Velix menjelaskan bahwa dirinya telah menyurati menteri selaku atasannya, dalam hal ini Menteri Transmigrasi.

Diketahui, selain menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Velix juga menjabat Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.

"Menteri Transmigrasi telah menyetujui untuk kami kembali ke kampung bersama sama Ayi BTM mengelola Papua," ujarnya.

Demikian, usai melalui prosesi kultural dengan keluarga, serta prosesi struktural melalui izin pemerintah pusat, Velix langsung menyiapkan berbagai persyaratan administratif sesuai PKPU maupun Keputusan KPU Papua.

"Persyaratan administratif yang dimaksud baik surat pengunduran diri sebagai Pj Gubernur Papua Pegunungan, maupun laporan kepada pejabat kepegawaian di Kementerian Transmigrasi, semua hal termasuk pajak, surat dari pengadilan, LHKPN, serta surat domisili, dan persyaratan administrasi lainnya," ujarnya.

Demikian, pada prinsipnya, sebagai anak adat dan secara pribadi, Velix akan menunggu dan menghormati keputusan dari BTM dan partai pengusungnya dalam kontestasi Pilgub Papua.

"Kami akan menghormati apapun keputusan dari Ayi BTM," pungkasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
cawagub Papua BTM pilgub papua Ceposonline.com Benhur tomi mano calon wakil gubernur velix wanggai