CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pasangan Bakal Calon, Abisai Rollo-Rustan Saru terus bergerak untuk mencari dukungan dari warga Kota Jayapura.
Adapun keduanya terus melakukan giat kampanye baik secara tertutup dan terbuka kesejumlah titik pemukiman warga yang ada di 5 Distrik dan 14 Kampung di Kota Jayapura.
Setelah sebelumnya kedua pasangan ini berjanji untuk tidak mengambil gajinya selama 5 tahun apabila terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura dan lebih memilih disumbangkan ke anak-anak terlantar, vakir miskin dan janda.
Pasangan yang biasa disingkat ABR-HARUS ini berjanji untuk menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para pegawai di Kota Jayapura.
Selain itu keduanya akan siap menaikkan insentif bagi seluruh kader posyandu yang ada di Kelurahan, Distrik dan 14 Kampung.
Termasuk memenuhi kebutuhan dasar fasilitas posyandu yang lebih memadai sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi bayi dan ibu hamil.
Mereka juga akan siap menaikkan honor bagi RT/RW di Kota Jayapura yang menurut mereka lebih layak lagi yang yang mereka terima saat ini.
Termasuk perbaikkan pembangunan fasilitas puskesmas yang lebih memadai lagi dan ketersedian tenaga dokternya, sehingga kedepannya pelayanan kesehatan di Puskesmas bisa dibuka 24 jam.
"Kami sudah pikirkan ini semua terutama TPP pegawai di Pemkot Jayapura untuk kita naikkan,"ucap Abisai Rollo.
Menurut Abisai Rollo, pemberian TPP bagi pegawai penting dengan maksud untuk mewujudkan terlaksananya pemberian tunjangan perbaikan penghasilan kepada ASN yang bersumber dari APBD selain gaji.
Selain itu sebagai penghargaan atas capaian kinerja, disiplin dan tanggung jawab terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah dan masyarakat.
Ia berharap dengan adanya kenaikkan TPP bagi pegawai di Pemkot Jayapura dan juga tenaga guru akan menambah semangat mereka dalam berkerja melayani masyarakat.
"Aturan pemberian TPP ini secara undang-undang itu ada, kita sudah hitung dengan kemampuan APBD kita dan itu cukup,"terangnya.
Selain TPP bagi pegawai, ia juga berjanji menaikkan insentif bagi tenaga Posyandu dan juga RT/RW.
"Kami akan hitung secara cermat dan teliti sesuai kemampuan keuangan APBD kita,"pintanya.
Hal senada disampaikan H.Rustan Saru bahwa, peran Posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar.
Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan Posyandu dan manfaatnya ternyata tidak hanya sebatas itu.
Ke depannya Posyandu diperuntukkan untuk seluruh sasaran siklus hidup yaitu, ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, serta usia produktif dan lanjut usia.
Melalui Posyandu, layanan sosial dasar bidang kesehatan untuk seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat ke masyarakat.
Rustan Saru mengatakan, dalam melayani masyarakat, Posyandu siap dengan hari buka setiap bulan dan layanan diluar hari buka dengan kunjungan rumah serta melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sehingga untuk memudahkan dalam pemberian pelayanan, lokasi Posyandu umumnya mudah dijangkau masyarakat, mulai dari lingkungan desa/kelurahan hingga RT dan RW.
"Secara fasilitas kita harus dukung juga, sehingga kehadiran posyandu itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat,"tuturnya.
Lanjut Rustan Saru, untuk insentif RT/RW itu juga perlu diperhatian juga, karena RT dan RW memiliki peran yang vital dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di lingkungan.
"Insentif RT/RW merupakan bentuk apresiasi kepada ketua lembaga masyarakat atas pengabdian dan tanggung jawabnya dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kita perlu naikkan lagi insentifnya,"tutup Rustan Saru. (*)
Editor : Gratianus Silas