Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Evaluasi Total Persipura Bergulir, Pelatih Baru hingga Upaya Lepas dari Sanksi Jadi Fokus

Yohanes Palen • Selasa, 26 Mei 2026 | 11:42 WIB
Manajer Persipura. Owen Rahadiyan bersama Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano diacara HUT ke-63 tahun Persipura, Senin (25/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Manajer Persipura. Owen Rahadiyan bersama Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano diacara HUT ke-63 tahun Persipura, Senin (25/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura memastikan tengah melakukan evaluasi total usai berakhirnya kompetisi musim ini.

Adapun evaluasi tersebut mencakup seluruh elemen tim, mulai dari jajaran official, pemain, manajemen hingga aspek finansial klub.

Salah satu fokus utama manajemen saat ini adalah mencari sosok pelatih yang tepat untuk menukangi tim musim Kompetisi Liga 2 2026/2027.

Manajemen Persipura sendiri sudah melakukan presentasi dan komunikasi dengan sejumlah pelatih, meski belum bersedia mengungkap nama-nama yang masuk dalam radar klub.

“Saat ini kami memang sudah melakukan presentasi dengan beberapa coach. Saya belum bisa bicara siapa saja, tapi jumlahnya lebih dari tiga pelatih yang sudah kita komunikasikan,”ungkap Manajer Persipura, Owen Rahadiyan.

Kata Owen bahwa, selain sektor pelatih, evaluasi juga dilakukan terhadap komposisi pemain asing. 

Ia memastikan masih akan mencari tambahan pemain asing baru untuk memperkuat skuad Persipura.

“Pemain asing pasti kita lihat lagi. Semua masih dalam tahap evaluasi,”kata Owen.

Owen mengungkapkan waktu persiapan menuju musim baru cukup singkat.

Persipura hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk merampungkan berbagai keputusan penting, sambil menunggu kepastian hasil kompetisi dan kondisi finansial klub.

“Ini juga akan menentukan budget tim ke depan. Strategi keuangan sementara sedang kami siapkan,”beber Bos Ulam Laut ini.

Dalam kesempatan tersebut, Owen kembali menanggapi sanksi tanpa penonton yang dijatuhkan kepada Persipura oleh Komdis PSSI.

Owen berharap hukuman tersebut dapat dikurangi setelah proses banding ke Komite Banding PSSI yang sudah diajukan Persipura.


Menurutnya, insiden yang terjadi pada laga play-off Persipura vs Adhyaksa tersebut berbeda dengan kasus yang menimpa Persela Lamongan yang berujung hukuman berat selama satu musim penuh tanpa penonton.

“Kami sangat berharap tidak sampai satu musim tanpa penonton. Kalau melihat kasus Persela, itu terjadi saat pertandingan berlangsung hingga laga harus dihentikan. Sedangkan kita itu pertandingan sudah selesai dan kejadian berada di luar stadion,” jelasnya.

Poin tersebut, lanjut Owen, juga sudah dimasukkan dalam surat banding kepada Komite Banding PSSI agar menjadi bahan pertimbangan.

Owen menilai sanksi keras saja tidak cukup menjadi solusi untuk memperbaiki perilaku suporter di sepak bola Indonesia. 

Edukasi dan sosialisasi kepada penonton juga dinilai sangat penting dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak, termasuk PSSI.

“Sanksi keras bukan satu-satunya obat. Harus ada edukasi dan sosialisasi kepada penonton. Kami juga berharap PSSI punya program bersama untuk hal seperti ini,” tutup Owen. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Ceposonline.com #persipura jayapura #Owen Rahadyian