Acara tersebut dijadwalkan dimulai pukul 18.00 WIT dan akan berlangsung secara terbatas dengan dihadiri sejumlah petinggi klub, pemain, serta keluarga besar Persipura.
Sementara itu perayaan ulang tahun ke-63 ini menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang klub berjuluk Mutiara Hitam yang telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan masyarakat Papua selama puluhan tahun.
Sebagai salah satu klub tersukses di Indonesia, Persipura dikenal memiliki sejarah panjang dan prestasi gemilang di kancah sepak bola nasional maupun Asia.
Klub asal Jayapura itu telah menjelma menjadi simbol kebanggaan tanah Papua sekaligus ikon sepak bola Indonesia.
Meski tahun pasti berdirinya masih menjadi perdebatan dan diperkirakan berada di rentang 1960 hingga 1963, Persipura terus tumbuh menjadi kekuatan besar sepak bola nasional dengan torehan empat gelar juara liga kasta tertinggi Indonesia.
Nama Persipura sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura.
Sejak awal berdiri, klub ini dikenal mengandalkan talenta-talenta asli Papua yang memiliki karakter permainan cepat, kuat, agresif, dan penuh semangat juang.
Pada era profesional, Persipura memasuki masa keemasan dan mendominasi sepak bola Indonesia melalui gaya bermain menyerang yang khas.
Klub kebanggaan masyarakat Papua itu berhasil meraih gelar juara Divisi Utama tahun 2005 di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan.
Kesuksesan kemudian berlanjut dengan gelar juara Liga Super Indonesia musim 2008-2009, 2010-2011, dan kembali meraih trofi pada tahun 2013.
Torehan tersebut menjadikan Persipura sebagai salah satu klub paling disegani di Tanah Air.
Tidak hanya berjaya di kompetisi domestik, Persipura juga pernah mencatat sejarah di level Asia.
Pada tahun 2014, Mutiara Hitam sukses melaju hingga babak semifinal Piala AFC, pencapaian tertinggi yang pernah diraih klub Indonesia di ajang tersebut.
Julukan Mutiara Hitam sendiri melekat kuat sebagai identitas klub. Julukan itu menggambarkan Papua sebagai tanah yang melahirkan banyak talenta sepak bola hebat yang berharga layaknya mutiara.
Dalam perjalanannya, Persipura juga memiliki dua stadion kebanggaan masyarakat Papua, yakni Stadion Mandala di Kota Jayapura dan Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura.
Perayaan Anniversary ke-63 tahun ini diharapkan menjadi ajang mempererat kebersamaan keluarga besar Persipura sekaligus membangkitkan semangat baru untuk membawa klub kembali berjaya di sepak bola Indonesia.
Pendiri Persipura Jayapura adalah Pendeta Mesach Koibor, S.Th. Ia menggagas pembentukan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut pada tanggal 25 Mei 1963, bersama beberapa tokoh sepak bola Papua lainnya. (*).
Editor : Yohanes Palen