CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kebersamaan Bima Ragil bersama Persipura Jayapura ternyata meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat Papua yang begitu menerima kehadirannya.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut mengaku terharu saat mendapat sapaan “Pace Jawa” dari warga Papua.
Julukan itu justru membuat dirinya merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Papua.
“Terharu sekali, sampai merinding. Saya benar-benar merasa diterima di Papua,”ucap Bima Ragil saat berkomunikasi dengan Ceposonline.com via sambungan selulernya, Jumat (15/5/2026).
Bima Ragil mengaku awalnya tidak menyangka akan mendapat respon sebesar itu dari masyarakat Papua.
Dukungan dan perhatian yang diberikan kepadanya selama membela Persipura menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
“Jujur saya kaget dengan respon masyarakat Papua. Mereka sangat baik dan luar biasa menerima saya,”katanya.
Saat kembali ke kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur usai kompetisi berakhir, Bima bahkan membawa empat noken sebagai kenang-kenangan dari Papua.
Baginya, noken bukan sekadar cenderamata, tetapi simbol kasih sayang dan penerimaan masyarakat Papua terhadap dirinya.
"Saya dikasi 4 noken saat pulang. Nokennya bagus dan mahal. Saya bangga karena masyarakat Papua begitu mencintai saya,"tegasnya kembali.
Meski saat ini dirinya mengaku mendapat sejumlah tawaran dari klub lain, Bima menegaskan belum mengambil keputusan terkait masa depannya.
“Memang ada beberapa tawaran, tapi saya belum kasih jawaban,”ujarnya.
Di tengah berbagai spekulasi, Bima juga memberi sinyal kuat ingin kembali memperkuat Persipura musim depan.
Ia mengaku masih memiliki keinginan besar untuk kembali mengenakan seragam Mutiara Hitam.
“Kalau ditanya peluang kembali, mungkin sekitar 60 persen saya ingin kembali ke Persipura. Namun semua keputusannya kembali akan meminta restu lebih dulu dari anak dan istrinya,"pintanya.
Menariknya, Bima Ragil menjadi pemain kedua Persipura yang mendapat panggilan khas dari masyarakat Papua tersebut.
Sebelumnya, julukan serupa juga pernah diberikan kepada legenda Persipura asal Korea Selatan, Yo Jae Hoon.
Mantan penjaga gawang andalan Persipura itu dikenal dengan sapaan “Pace Korea” karena kedekatannya dengan masyarakat Papua selama membela Mutiara Hitam.
Yo Jae Hoon sendiri dikenal sebagai salah satu pemain asing paling sukses dalam sejarah Persipura.
Perannya di bawah mistar gawang begitu vital dan menjadi bagian penting saat Persipura meraih berbagai prestasi di kompetisi nasional.
Kini, sapaan “Pace Jawa” kepada Bima Ragil seolah menjadi simbol bahwa pemain tersebut telah diterima dan dicintai oleh masyarakat Papua, sama seperti yang pernah dirasakan Yo Jae Hoon. (*).
Editor : Yohanes Palen