Bagaimana Persipura Jayapura Bisa Gagal Promosi? Ini Penyebabnya
Erianto Pasae• Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:31 WIB
Kiper Persipura Adzib Al Hakim Arsyad tak kuasa menahan air mata setelah timnya kalah dari Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe Jumat (8/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIK)
CEPOSINLINE.COM, JAYAPURA - Persipura Jayapura yang diatas kertas diunggulkan lolos ke Superliga musim depan tampil percaya diri sejak awal.
Sebenarnya Ruben Sanadi dan kawan-kawan tampil dominan sejak awal pertandingan melawan Adhyaksa FC.
Tim asuhan Rahmad Darmawan menguasai bola dan beberapa kali mengancam lewat Jeam Kelly Sroyer hingga Gunansar Mandowen.
Pada menit ke-23, Kelly Sroyer melepaskan tendangan keras yang masih bisa ditepis Jefri Wibowo.
Setelah itu, Gunansar Mandowen berhasil menembus pertahanan lawan dan mengirim umpan matang kepada Reno Salampessy, tetapi peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Saat Persipura terus menekan, Adhyaksa FC justru mampu mencuri keunggulan lewat serangan balik cepat.
Pada menit 45+1, Hasyim Kipuw mengirim bola kepada Adilson Silva yang sukses memenangkan duel melawan Tinus Pae sebelum menaklukkan kiper Persipura.
Gol itu menjadi pukulan telak bagi Mutiara Hitam menjelang turun minum. Persipura sempat berupaya menyamakan skor, tetapi babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Adhyaksa FC.
Adhyaksa FC tetap bertahan kukuh dengan strategi parkir bus di babak kedua.
Adhyaksa FC tampil lebih disiplin menjaga lini pertahanan, tak jarang 8 sampai 9 pemain berada di zona pertahanan, dengan hanya menyisakan Adilson Silva sendirian di depan.
Mereka memaksa Persipura Jayapura melepaskan banyak percobaan dari luar kotak penalti melalui Bima Ragil dan Williams Lugo.
Pada menit ke-72, Adhyaksa FC hampir menggandakan keunggulan lewat peluang emas Adilson Silva. Namun, tendangan eks pemain PSM Makassar tersebut masih melebar dari gawang Persipura.
Mutiara Hitam mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-79 lewat aksi akrobatik Ramai Rumakiek di depan gawang. Sayangnya, bola hasil sepakan Ramai masih mampu ditepis Jefri Wibowo yang tampil gemilang sepanjang laga.
Persipura Jayapura terus menggempur pertahanan lawan hingga delapan menit injury time.
Namun, tidak ada gol yang tercipta dan Adhyaksa FC memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengamankan tiket promosi ke Super League musim depan.
Dari statistik pertandingan tercatat Persipura unggul jauh ball possesion dengan 72% sementara Adhyaksa hanya 28%. Begitu juga dengan tendangan ke gawang, Persipura punya 23 tembakan 6 kali diantaranya tepat sasaran, sedangkan Adhyaksa FC hanya punya 9 tembakan dengan 3 yang tepat sasaran.
Sedangkan Adhyaksa FC tercatat memiliki 37 kali clearance (membuang bola menjauh dari pertahanan) sementara Persipura 9 kali. Sementara pass accuracy, Persipura tercatat punya 81%, dan Adhyaksa FC 69%.
Kegagalan Persipura Jayapura terasa makin menyakitkan karena sepak bola Papua dipastikan tanpa wakil di Super League musim depan. Sebab, PSBS Biak sebelumnya juga harus terdegradasi dari kasta tertinggi.
Situasi itu membuat banyak pecinta sepak bola Indonesia merasa kehilangan salah satu kekuatan besar sepak bola nasional.
Persipura Jayapura selama ini dikenal sebagai klub legendaris dengan sejarah panjang dan koleksi prestasi di kompetisi Indonesia.
Karena itu, banyak suporter dari berbagai daerah ikut memberikan dukungan moral di media sosial resmi Persipura. Mereka berharap klub kebanggaan masyarakat Papua tersebut segera kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Kekalahan dari Adhyaksa FC memang menyakitkan bagi publik Papua. Namun, derasnya doa dan dukungan dari suporter menjadi bukti Persipura Jayapura belum pernah berjalan sendiri. (*)