CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Nama Ian Louis Kabes sudah lama melekat sebagai simbol kesetiaan dalam sepak bola Indonesia.
Di tengah era modern yang identik dengan perpindahan pemain dan kontrak fantastis, Kabes justru menorehkan kisah berbeda bertahan dan mengabdi untuk satu klub sepanjang karier profesionalnya.
Sebelum menjadi ikon Persipura Jayapura, Kabes lebih dulu ditempa di Diklat Ragunan (Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan).
Lembaga pendidikan olahraga bergengsi itu menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, disiplin, serta kualitas tekniknya sebagai pesepak bola muda Papua yang penuh talenta.
Ditengah menimba ilmu di Ragunan, Kabes sempat memperkuat Persijap Jepara U-18 di Piala Soeratin Cup tahun 2003. Kurang lebih selama 2 tahun ia memperkuat Laskar Kalinyamat julukan Persijap Jepara.
Kemudian pada tahun 2004 ia dipangil memperkuat Tim PON Papua bersama Boaz Solossa.
Namun, setelah lulus SMA di Ragunan, Kabes memilih kembali ke tanah kelahirannya di Jayapura.
Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan panjang karir sepak bola profesionalnya bersama Persipura.
Pada 5 Maret 2005, Ian Kabes resmi bergabung dengan Persipura Jayapura. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi sosok sentral dalam skuad Mutiara Hitam.
Hampir dua dekade berseragam merah-hitam, Kabes dikenal sebagai pemain "One Man One Club" membela satu klub tanpa pernah hengkang ke tim lain.
Di atas lapangan, Kabes dikenal sebagai pemain serba bisa (versatile). Ia mampu beroperasi sebagai penyerang sayap, gelandang serang, hingga striker.
Dalam perjalanan kariernya, Kabes juga beberapa kali mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Indonesia.
Meski kiprahnya di timnas senior terbilang singkat dan kerap terhenti di fase akhir pelatnas, hal itu tak mengurangi kontribusi dan dedikasinya di level klub.
Bersama Persipura, Kabes meraih berbagai gelar juara di kompetisi Liga Indonesia. Ia juga dipercaya menjadi kapten tim dijuluki “El Capitano” oleh suporterberkat kepemimpinan, pengalaman, dan kharismanya di ruang ganti.
Bagi masyarakat Papua, Ian Kabes bukan sekadar pemain sepak bola. Ia adalah representasi talenta lokal yang bersinar di panggung nasional tanpa melupakan akar dan identitasnya.
Kisahnya menjadi bukti bahwa loyalitas, kerja keras, dan cinta terhadap daerah dapat melahirkan legenda.
Satu klub, satu hati. Ian Louis Kabes telah mengukir namanya sebagai ikon kesetiaan dan kebanggaan Papua dalam sejarah sepak bola Indonesia.
"Sebelum saya ke Persipura saya menimba ilmu di Diklat Ragunan Jakarta. Pada saat masa sekolah itu saya dipanggil dari Persijap Jepara U-18 untuk Piala Piala Soeratin Cup tahun 2003,"ucap Ian Kabes dikutib dari tayangan youtube Persipura1963.
Kebes mengaku, kurang lebih hampir 2 tahun ia memperkuat Persijap Jepara. Lalu usai tamat SMA ia kembali ke Jayapura mengikuti seleksi di Persipura tahun 2005.
Dari hasil seleksi itu ia dipanggil oleh Pelatih Rahmad Darmawan untuk bergabung dengan Persipura bersama Boaz Solossa, Christian Worobay dan Korinus Fringkeuw.
"Saat itu coach RD sudah menjadi Pelatih Kepala Persipura, saya akhirnya bergabung membela Persipura di Liga Divisi Utama Indonesia,"terangnya.
Lanjut Kabes, bergabung dengan Persipura adalah impian semua anak-anak Papua dan tentu menjadi kebanggan tersendiri baginya.
Bersama Persipura menjadi titik awal karir panjang sepak bola profesionalnya di tanah air dan hingga kini masih setia dan tidak berpindah klub manapun.
Ia juga bangga karena tahun 2005 itu saat dirinya baru bergabung langsung mengantarkan Persipura juara Liga Divisi Utama.
Sejak saat itu Kabes memutuskan untuk terus memperkuat Mutiara Hitam, sekalipun banyak tawaran dari tim lain diluar Papua.
"Kurang lebih sudah 21 tahun saya membela Persipura, alasan sederhana saja, itu karena kecintaan saya dengan tim ini,"tegas Kabes.
Menurut Kabes bahwa, Persipura adalah tim yang sudah membesarkan namanya, sehingga tidak ada alasan apapun untuk dia pergi begitu saja.
"Ketika Persipura sedang dimasa kejayanya, semua orang memujinya. Namun sebaliknya ketika tim ini terpuruk semua pergi, lepas tangan dan memikirkan egonya masing-masing,"tuturnya.
"Saya tidak tau apa kebutuhan mereka dalam tim. Cuma secara pribadi saya berpikir soal kecintaan dengan tim ini membuat saya tetap bertahan. Disaat kita senang dan susah kita harus tetap berjuang sama-sama untuk mengembalikan Persipura kejalur yang sebenarnya,"tutup Ian Kabes. (*).
Berikut karir sepak bola Ian Louis Kabes:
Nama: Ian Louis Kabes
Lahir: Jayapura 14 Mei 1986
Umur: 39 tahun
Tinggi badan: 1,75 Cm
Posisi: Gelandang Serang.
Klub saat ini : Persipura
Nomor punggung: 13
Karir Junior: Persijap Jepara 2003-2004
PON Papua: 2004
Karir Senior: Persipura Jayapura 2005-sekarang
Karir Timnas dimulai dari Tahun 2007.
1.Timnas Indonesia U-23 pada Sea Games 2007.
2. Timnas senior untuk kualifikasi Piala Asia AFC pada tahun 2013.
3. Timnas senior Indonesia dibulan November 2007, dalam laga melawan Suriah pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2010.