Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Hari Ini Boaz Solossa Ulang Tahun, Berikut Profil dan Momen Terbaiknya bersama Persipura

Gratianus Silas • 2025-03-16 17:36:37
Kapten Persipura, Boaz Solossa (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Kapten Persipura, Boaz Solossa (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Boaz Solossa, pesepak bola professional Indonesia yang kini bermain untuk Persipura Jayapura.

Nama pemain yang berposisi sebagai penyerang itu sudah melegenda bukan hanya di Papua, melainkan di seluruh Indonesia.

Bahkan tak jarang namanya juga sudah dikenal di sejumlah negara di dunia.

Hal ini tak lepas dari prestasinya sebagai pesepak bola Papua di kancah sepak bola nasional maupun internasional.

Lahir pada 16 Maret 1986, Boaz Solossa merayakan ulang tahunnya yang ke-39 di 2025 ini.

Di usianya yang ke-39, pemain yang akrab disapa Bochi itu memiliki segudang pengalaman dan prestasi di level klub maupun Timnas Indonesia.

Demikian, Ceposonline.com, mengemas “Profile and The Best Moments of Boaz Solossa” di hari ulang tahunnya ini.

Best Moments

Terdapat dua momen yang dinilai paling berkesan dari seorang Boaz Solossa.

Pertama adalah momen Persipura Jayapura vs Persija Jakarta di Final Liga Djarum Indonesia 2005.

Boaz Solossa sendiri mengaku bahwa ini merupakan momen terbaiknya sebagai pesepak bola.

Pasalnya, ia turut mencetak gol dan membawa tim Mutiara Hitam juara di kandang Macam Kemayoran.

Pada pertandingan final yang diadakan di Gelora Bung Karno Jakarta pada 25 September 2005 silam, Persipura Jayapura berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu dengan sistem silver goal.

Melawan Persija di kandangnya, di hadapan ribuan pendukungnya, tentunya tidak mudah bagi anak-anak Persipura.

Terbukti, sejak menit awal, Persija tampil menekan dan berhasil unggul lebih dulu lewat gol Agus Indra di menit ke-10.

Namun, bukannya tertekan, Persipura malah balik melawan.

Lewat kaki Boaz Solossa, Persipura menyamakan skor di menit ke-18.

Alhasil, hingga turun minum, kedua tim berbagi skor 1-1.

Memasuki babak kedua, tensi panas laga final belum mereda.

Persija yang tak ingin kehilangan muka di hadapan pendukung sendiri kembali mencetak gol di menit ke-55 lewat kaki Francis Wewengkang.

Persipura menunjukkan mental juara dengan mencetak lagi gol penyama kedudukan di menit ke-88 lewat Korinus Figkreuw.

Dengan skor 2-2 memaksa pertandingan dibawa ke babak tambahan waktu.

Persipura di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan akhirnya memastikan kemenangan lewat gol pemain pengganti Ian Louis Kabes di menit ke-112.

Gelar juara ini merupakan pencapaian yang ditunggu-tunggu oleh Mutiara Hitam, yang akhirnya meraih trofi tertinggi di Liga Indonesia setelah sebelumnya pernah menjuarai divisi perserikatan dua kali, yaitu pada tahun 1979 dan 1993.

Setelah memenangkan trofi Liga Djarum Indonesia 2005, Persipura tercatat sebagai tim tersukses di era Liga Indonesia modern dengan koleksi empat trofi liga.

Best Moment dari Boaz Solossa yang berikutnya terjadi di 20 tahun kemudian.

Ialah partai penentuan di Babak Playoff Degradasi Liga 2 Indonesia Persipura vs Persibo Bojonegoro di Stadion Mandala Jayapura pada 28 Februari 2025.

Boaz Solossa mencetak gol kemenangan yang juga menjadi gol penyelamat bagi Persipura untuk tetap bertahan di Liga 2 musim berikutnya.

Pada laga itu, Persipura unggul lebih dulu di babak pertama lewat kaki Ramai Rumakiek di menit ke-38.

Namun, di babak kedua, Persibo berhasil menyamakan skor melalui Osas Saha di menit ke-69.

Persipura yang lebih dominan akhirnya mencetak gol di menit ke 89 lewat Kapten Boaz Solossa.

Gol Boaz berawal dari pelanggaran terhadap Ramai Rumakiek di area kotak penalti.

Legenda hidup Persipura itu langsung merobek gawang Persibo.

Sebanyak 4.355 penonton yang hadir di Stadion Mandala Jayapura ikut merayakan gol yang dicatatkan mantan kapten Timnas Indonesia tersebut.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada lagi gol yang tercipta. Persipura menang dengan skor 2-1 atas Persibo.

Kemenangan ini sekaligus membawa Persipura keluar dari jurang degradasi ke Liga 3.

Persipura tetap bertahan di Liga 2 musim depan.

Profil

Boaz Theofilus Erwin Solossa adalah seorang pemain sepak bola profesional Indonesia yang bermain sebagai penyerang untuk klub Liga 2 Persipura Jayapura.

Boaz merupakan salah satu striker terbaik yang dimiliki Indonesia.

Dia dikenal memiliki naluri mencetak gol yang tinggi, akurasi umpan yang baik, tendangan dengan kaki kiri, serta teknik dribbling di atas rata-rata.

Dalam urusan mencetak gawang, Boaz juga satu-satunya pemain sepak bola nasional yang mampu bersaing dengan striker asing untuk menjadi top scorer ISL.

Dia pernah dijuluki sebagai anak ajaib, ketika dibawa oleh Peter Withe dan menampilkan penampilan memukau di Ho Chi Minh, saat ia tampil bersama Tim Nasional Indonesia di ajang Piala Tiger 2004.

Pada tahun 2011, Boaz mendapat tawaran untuk bermain di klub Belanda VVV-Venlo, tetapi karena keluarga dia memilih untuk tetap bermain di Persipura Jayapura. Berikut profil Boaz Solossa:

Profil Boaz Solossa:

Nama Lengkap: Boas Theofilus Erwin Solossa

Dikenal dengan Nama: Boaz Solossa

Tempat Lahir: Sorong, Papua Barat Daya

Tanggal Lahir: 16 Maret 1986

Tinggi: 171 centimeter

Kewarganegaraan: Indonesia

Posisi: Penyerang – Sayap Kiri

Kaki Dominan: Kiri

Klub Saat ini: Persipura Jayapura

Bergabung: 6 September 2024

Klub yang Pernah Dibela:

Editor : Gratianus Silas
#persija jakarta #Persewar Waropen #pss sleman #rahmad darmawan #timnas indonesia #Liga Djarum #Ceposonline.com #borneo fc #Boaz solossa #persipura