CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Di atas hamparan air laut Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, sebuah bangunan sederhana berdiri kokoh. Inilah SPBU Nelayan Dok IV. Selama 29 tahun, bangunan di atas air ini menjadi titik tumpu hidup ribuan pelaut Kota Jayapura.
Dermaga kayu kecil di depannya telah menjadi saksi bisu gesekan ribuan lambung perahu yang datang dan pergi setiap hari.
Dua tangki raksasa penampung Pertalite dan Solar berdiri kokoh di bangunan tersebut. Di sampingnya, satu-satunya dispenser bahan bakar selalu mengalirkan liter demi liter energi untuk mesin-mesin tempel. Di dinding-dinding papan, terpasang aturan keselamatan yang tegas, satu di antaranya “Dilarang Merokok".
Setiap hari, seperti waktu Sabtu (24/10/2026) suasana dermaga kayu itu didatangi nelayan dengan wajah cerah, menata puluhan jerigen kosong di atas geladak perahu. Tak ada raut lelah atau kecemasan di wajah mereka. Sebab mereka tahu, bahan bakar selalu ada.
Tanpa perlu berebut atau mengantre berjam-jam, nelayan cukup menunjukkan lembar Surat Rekomendasi resmi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Jayapura. Petugas langsung merespons.
Hadir sebagai inisiatif PT Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku, kuota bahan bakar untuk setiap perahu telah dihitung cermat berdasarkan kapasitas dan spesifikasi mesin. Prosesnya singkat dan transparan.
Di Kota Jayapura, tercatat tak kurang dari 4.200 keluarga menggantungkan seluruh hidup mereka pada kekayaan laut. Dari distrik ke distrik, hari-hari mereka dipertaruhkan di atas gelombang, bertumpu pada hasil tangkapan yang tak pernah pasti.
Saat mesin perahu menderu dan jerigen-jerigen telah terisi penuh, perahu-perahu itu kembali membelah lautan.
Dari literan BBM di SPBU Nelayan Dok IV inilah, masa depan ribuan anak nelayan di Jayapura terus menyala. Dari sini ada biaya sekolah yang terbayar, asap dapur rumah tangga yang tetap mengepul, dan kehangatan pelukan keluarga yang setia menunggu mereka pulang membawa rezeki. (*).
Editor : Elfira Halifa