Ketua DPR Dorong Sarawandori Jadi Sentra Rumput Laut Papua

Karolus Daot • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Ketua DPRP, Denny Henrry Bonai saat tanam rumput laut di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (22/8/2026)(DPRP/CEPONLINE.COM)
Ketua DPRP, Denny Henrry Bonai saat tanam rumput laut di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (22/8/2026)(DPRP/CEPONLINE.COM)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, menjadi sentra ekonomi masyarakat sekaligus dikembangkan melalui hilirisasi produk.

 

Dorongan tersebut disampaikan Denny saat melaksanakan reses di daerah pemilihannya, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang dirangkaikan dengan Festival Teluk Mioka 2026 di Sarawandori, pada Sabtu (22/8/2026) lalu. 

 

Dalam kegiatan tersebut, Denny bersama masyarakat melakukan panen rumput laut yang sebelumnya ditanam Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Yapen. Selain panen, dilakukan pula penanaman kembali rumput laut.

 

Denny mengatakan, potensi rumput laut di Sarawandori sangat besar karena memiliki varietas yang mampu tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah lain.

 

"Kalau dari 60 gram, sekitar 45 hari kemudian satu ikatan bisa berkembang menjadi satu kilogram. Di tempat lain dengan varietas yang sama, bisa sampai tiga bulan untuk mendapatkan satu kilogram," kata Denny, di Jayapura, Kamis (27/8/2026)

 

Denny menilai budidaya rumput laut memberikan keuntungan ekonomi yang relatif cepat bagi masyarakat. Dengan masa panen sekitar 40-45 hari, hasilnya dapat segera dijual sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.

 

"Rumput laut ini paling cepat. Sekitar 40 hari sudah panen dan uang sudah bisa cair. Kalau berkebun, belum tentu langsung laku. Kalau ini jelas, harganya jelas," katanya.

 

Ia berharap pengembangan rumput laut di Sarawandori tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi dapat berkembang menjadi industri pengolahan yang memberikan nilai tambah dan membuka lebih banyak lapangan ekonomi bagi masyarakat.

 

"Banyak anak-anak yang akhirnya menjadi sarjana karena rumput laut. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk ekonomi, tetapi juga untuk pendidikan," pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
rumput laut DPR Papua Ceposonline.com