Tidak main-main, DPR Papua Beri Satu Minggu Pertamina Atasi Masalah Antrean BBM di SPBU

Agung Trihandono • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 07:11 WIB
DPR Papua saat gelar rapat bersama dengan pertamina, bahas masalah antrean BBM di Kantor Pertamina, Kamis (30/7/2026).
(CEPOSONLINE.COM/Karel)
DPR Papua saat gelar rapat bersama dengan pertamina, bahas masalah antrean BBM di Kantor Pertamina, Kamis (30/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/Karel)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA–Menyikapi antrean BBM subsidi solar yang hingga kini masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Jayapura, DPR Papua berinisiatif bertemu langsung dengan pihak Pertamina.

Dari pertemuan dengan  PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku ini, DPRP minta Pertamina untuk mengevaluasi dan mencari solusi atas antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Pertamina diberi waktu satu minggu, sebelum DPRP melaporkan ke kantor pusat Pertamina.


Desakan tersebut disampaikan Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai saat memimpin rapat bersama Komisi IV DPR Papua dengan jajaran PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku di Kantor Pertamina, Kamis (30/7).


 "Kami berharap paling lambat satu minggu sudah ada perubahan. Kalau tidak ada perubahan, kami akan kembali datang atau langsung menyurat ke Jakarta agar dilakukan evaluasi terhadap manajemen Pertamina di Papua," tegas Denny.


Bonai menambahkan, apabila dalam waktu satu pekan tidak ada perbaikan, DPR Papua akan menyampaikan surat resmi kepada Kementerian BUMN maupun Direksi Pertamina agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran Pertamina di Papua. 

"Jika tidak bisa dibereskan maka kami akam datang lagi ke Pertamina, tapi juga kami akan menyurat ke pusat untuk evaluasi kinerja jajaran Pertamina," tegasnya

Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, memastikan stok BBM di Papua dalam kondisi aman dan mencukupi.

Menurutnya, Fuel Terminal Jayapura merupakan salah satu terminal BBM yang selalu diprioritaskan secara nasional karena memiliki jalur distribusi yang cukup kompleks.

"Stok BBM baik di Fuel Terminal maupun di seluruh SPBU kami jaga agar tidak mengalami kekosongan. Jadi antrean yang terjadi bukan karena kelangkaan BBM," kata Awan. 

Ia menjelaskan, antrean panjang solar subsidi lebih dipengaruhi oleh penerapan pengaturan jam pengisian bagi kendaraan angkutan berat yang diberlakukan pemerintah daerah.
Berdasarkan pengaturan tersebut, pukul 07.00–09.00 WIT diprioritaskan bagi masyarakat umum yang berangkat bekerja maupun sekolah. Pengisian solar untuk truk baru dilayani pukul 09.00–12.00 WIT, sedangkan truk pengangkut material bangunan dilayani mulai pukul 17.00 WIT hingga SPBU tutup. (*)

Editor : Agung Trihandono
pertamina BBM