CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Direktur Utama Bank Papua, Yuliana D. Yambise, mengatakan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Papua memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah di tanah Papua.
Karena itu, setiap aktivitas usaha harus dijalankan berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, manajemen risiko, serta integritas.
"Perkembangan industri perbankan yang semakin dinamis dan kompleksitas regulasi yang terus berkembang menuntut setiap institusi memiliki tata kelola hukum yang kuat”
“Hal itu penting agar setiap kebijakan dan keputusan bisnis memiliki kepastian hukum, mampu melindungi aset perusahaan, serta menjaga kepercayaan para pemegang saham, nasabah, dan masyarakat," kata Yuliana dalam sambutannya diacara penandatanganan MoU dengan Kejaksaan Tinggi Papua, yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua, Selasa (28/7/2026).
Ia menilai keberadaan Kejati Papua sebagai strategic legal partner akan memperkuat langkah Bank Papua dalam mengambil setiap kebijakan secara profesional, hati-hati, dan sesuai koridor hukum.
"Keberhasilan sebuah institusi perbankan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis maupun kinerja keuangan, tetapi juga dari kemampuan membangun tata kelola yang baik, menjaga integritas, serta meminimalkan risiko hukum dalam setiap aktivitas usaha," katanya.
Yuliana menjelaskan, melalui kerja sama tersebut Bank Papua berharap memperoleh dukungan optimal dalam penyelesaian berbagai persoalan hukum, baik melalui pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, maupun pendampingan terhadap kebijakan strategis perusahaan.
Selain itu, Kejati Papua juga diharapkan dapat berperan secara preventif melalui konsultasi hukum, penyusunan legal opinion, penyelesaian aset dan piutang, hingga edukasi hukum bagi seluruh insan Bank Papua.
"Langkah preventif merupakan bagian penting dalam membangun budaya kepatuhan (compliance culture). Dengan pemahaman hukum yang semakin baik, seluruh insan Bank Papua diharapkan mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan penuh kehati-hatian," ujarnya.
Yuliana optimistis kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi akan menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang dalam mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. (*)
Editor : Elfira Halifa