CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Papua, yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama dua hari berturut-turut, yakni 17 hingga 18 Juli 2026.
Peringatan tersebut diumumkan melalui kanal resmi BMKG dan menjadi sinyal bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan, hingga pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipicu oleh fenomena konvergensi, yaitu pertemuan massa udara atau angin dari berbagai arah yang terkonsentrasi di satu wilayah.
Kondisi atmosfer ini memicu pertumbuhan awan hujan yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sejumlah daerah.
Pada 17 Juli 2026, Papua masuk dalam kategori waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bersama Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Sementara 18 Juli 2026, Papua kembali tercatat dalam daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.
Selain Papua, peringatan serupa juga berlaku untuk Papua Pegunungan, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.
Meski demikian, BMKG memastikan belum ada wilayah yang berstatus Siaga maupun Awas, yang menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat atau ekstrem, selama periode prakiraan tersebut.
Tak hanya hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di sejumlah wilayah.
Tanggal 17 Juli, angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sedangkan 18 Juli, potensi angin kencang masih berlanjut di Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Utara.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan banjir di kawasan dataran rendah, tanah longsor di daerah perbukitan, serta pohon tumbang akibat hujan yang disertai angin kencang.
"Kesiapsiagaan merupakan kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," demikian imbauan BMKG.
Selain itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi prakiraan cuaca yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.
Informasi mengenai cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, maupun tsunami diimbau hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG. (*)
Editor : Elfira Halifa