CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Mata Garuda Papua bekerja sama dengan Tim Baku Bantu menggelar sosialisasi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bertajuk "Level Up With LPDP" di Aula Gedung Keuangan Negara Lantai 8, Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Papua, Jayapura, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan para alumni penerima Beasiswa LPDP, mahasiswa penerima beasiswa yang masih menempuh studi, serta calon penerima beasiswa jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3), baik di dalam maupun luar negeri.
Mata Garuda Papua merupakan wadah bagi alumni dan penerima Beasiswa LPDP asal Papua yang telah maupun sedang menempuh pendidikan lanjutan. Selain mengabdi di instansi masing-masing, mereka juga aktif mengajak generasi muda Papua untuk memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa LPDP.
Mewakili Ketua Mata Garuda Papua, Astrid Meset, S.IP., M.IDP., menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua melalui pendidikan.
Menurut alumnus Monash University, Australia, yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi II DPR Papua tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan kesempatan yang sangat luas bagi putra-putri Papua untuk melanjutkan pendidikan melalui skema Beasiswa LPDP, khususnya Beasiswa Putra-Putri Papua dan program afirmasi.
“Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Tanah Papua melalui peningkatan kualitas pendidikan,”ujarnya dalam rilis, Rabu (1/7/27).
Sosialisasi dikemas dengan pendekatan nonformal agar lebih mudah dipahami peserta yang mayoritas berasal dari kalangan Generasi Z. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran sekitar 80 orang yang telah mendaftar sebelumnya.
Sejumlah pembicara yang merupakan alumni, mahasiswa aktif, maupun calon penerima LPDP turut berbagi pengalaman, di antaranya Bonifasius A. Insein (Master of Arts in Social and Cultural Pedagogy, Arizona State University, Amerika Serikat), Stanley Waita (Master of Science in Urban Planning, Columbia University, Amerika Serikat), Ayu Prima Rogi (Master of Urban Planning, The University of Melbourne), serta Maryo Andreas, Baiq Tartil, Beatrix Warisyu, dan Ciana Morin yang merupakan calon penerima Beasiswa LPDP.
Mereka membagikan pengalaman mulai dari proses pendaftaran, seleksi, hingga menjalani studi. Para pembicara juga menekankan bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa tidak selalu diraih dalam satu kali percobaan. Kegagalan yang dialami justru menjadi motivasi untuk terus memperbaiki strategi hingga akhirnya berhasil lolos.
Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pendaftaran Beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahun, yakni Batch 1 pada Januari-Februari dan Batch 2 pada Juni-Juli. Proses seleksi meliputi seleksi administrasi, Tes Bakat Skolastik, dan wawancara.
Melalui sosialisasi ini, Mata Garuda Papua berharap semakin banyak putra-putri Papua yang mempersiapkan diri sejak dini untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Astrid menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memperluas sosialisasi ke pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, yayasan pendidikan, hingga berbagai komunitas di Papua.
“Kami siap bekerja sama dengan setiap instansi maupun komunitas untuk menyampaikan informasi mengenai kesempatan memperoleh Beasiswa LPDP kepada masyarakat Papua,”tutupnya. (**)
Editor : Lucky Ireeuw