Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Berkurban Bukan Hanya Sekadar Menyembelih Hewan Kurban, Tapi Bagaimana Mendahulukan Perintah Allah SWT

Weny Firmansyah • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:35 WIB
Ketua PHBI Papua Alwi Tianlaen mengumumkan jumlah hewan kurban yang disembelih di Provinsi Papua, Rabu (27/5/2026)
Ketua PHBI Papua Alwi Tianlaen mengumumkan jumlah hewan kurban yang disembelih di Provinsi Papua, Rabu (27/5/2026)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Umat Muslim di Kota Jayapura khususnya di wilayah Dok memadati halaman Kantor Gubernur Papua untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026) .

 

 

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di lapangan upacara kantor gubernur Papua untuk melaksanakan Salat idul Adha, sehingga jamaah yang datang langsung menempati shaf yang telah disediakan.

 

 

Gubernur Papua Mathius Fakhri yang datang juga langsung berbaur dengan jamaah dan langsung melaksanakan salat idul Adha.

 

 

Pelaksanaan Salat Ied dipimpin oleh Muhammad Rum Ramadhan sebagai imam, sementara Faizal Saleh, Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, bertindak sebagai khatib.

 

 

Faizal Saleh dalam ceramahnya mengatakan Hari Raya idul Adha bukan sekadar menyembelih hewan kurban tapi bagaimana umat diajarkan untuk mengalahkan egonya, menundukkan hawa nafsu, dan mendahulukan perintah Allah SWT di atas segalanya.

 

 

Menurutnya Nabi Ibrahim AS adalah teladan manusia yang iklhas dimana beliau dibenci kaumnya, dibakar hidup-hidup, meninggalkan kampung halaman, meninggalkan istri dan anak di padang tandus, hingga diperintah menyembelih anaknya.

Namun nabi Ibrahim tidak pernah meninggalkan perintah Allah. Dan beliau yakin apa yang diperintahkan Allah mengandung kebaikan.

 

 

Bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar dari cinta kepada harta, jabatan, bahkan kepada yang kita sayangi.

 

 

Dan hari ini banyak yang mudah mengucapkan iman tapi sulit meninggalkan korupsi, kemaksiatan, dan sulit menyisihkan sebagian hartanya untuk menolong sesama.

 

Sementara itu Gubernur Papua Matius Fakhiri menyampaikan arti Idul Adha bagi masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman.

 

 

Ia menegaskan bahwa nilai pengorbanan dan keikhlasan yang diajarkan Nabi Ibrahim harus menjadi inspirasi untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong, serta toleransi antarumat beragama di Tanah Papua.

 

 

Fakhiri juga menyoroti kondisi Papua yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat toleransi tinggi.

 

 

Dalam keterangannya, ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat Papua mampu menjaga keamanan dan kerukunan tanpa adanya penolakan terhadap aktivitas keagamaan.

 

 

“Kami bersyukur situasi di Papua dari waktu ke waktu dijaga terus toleransi dan keamanan. Kami berharap ini menjadi contoh bagi semua tempat di Indonesia. Tidak ada penolakan di sana-sini, dan kami berharap saudara-saudara kami di belahan Indonesia lainnya bisa memberikan seluas-luasnya kepada agama lain untuk melaksanakan ibadah sesuai ajarannya,” ujar Fakhiri.

 

 

Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Papua, Alwi Tianlean, menyampaikan bahwa keikhlasan di saat situasi ekonomi yang kurang bergairah seperti saat ini menjadi ujian penting.

 

 

" Ya, jangan sampai karena efisiensi dan situasi perekonomian ini menyurutkan keinginan untuk berkurban," ungkapnya.

 

 

PHBI Provinsi Papua mendapatkan laporan dari 8 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua dimana jumlah sapi yang disembelih hari ini mencapai 1174 ekor, dan kambing 265 ekor. (*)

 

Editor : Weny Firmansyah
#idul adha #papua #Ceposonline.com #muslim