Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Fantastis! Tabungan Warga Papua Tembus Rp.23 Triliun, Ini Respon Bank Indonesia

Yohanes Palen • Sabtu, 25 April 2026 | 07:47 WIB
Ilustrasi. (JAWAPOS)
Ilustrasi. (JAWAPOS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Nilai tabungan masyarakat Papua di perbankan yang mencapai sekitar Rp.23 triliun menjadi sorotan dalam dinamika perekonomian daerah. 

Besarnya dana yang tersimpan di perbankan menunjukkan tingginya tingkat simpanan masyarakat, namun di sisi lain mengindikasikan bahwa perputaran uang di sektor riil belum berjalan optimal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, pihaknya terus memantau dan melakukan asesmen terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk perkembangan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat.

“Jadi Bank Indonesia terus mencermati dan melakukan asesmen mengenai perkembangan berbagai indikator perekonomian di Papua,”ucap Warsono

Menurutnya, tingginya dana yang tersimpan di perbankan menjadi salah satu indikator positif dari sisi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. 

Namun, kondisi tersebut juga perlu diimbangi dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil agar roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat.

Sementara itu Bank Indonesia kini terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. 

Upaya itu dilakukan agar likuiditas yang tersimpan di perbankan dapat ikut mendorong aktivitas usaha, investasi, dan konsumsi masyarakat.

Meski belum merinci kelompok masyarakat yang mendominasi tabungan tersebut, BI menilai peningkatan simpanan bisa menjadi gambaran adanya perubahan perilaku keuangan masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Kondisi ini dinilai sebagai respons atas berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi, sehingga masyarakat cenderung lebih selektif dalam konsumsi dan memilih menyimpan dana sebagai langkah antisipatif.

Akibatnya, meski dana masyarakat di perbankan terus bertambah, laju perputaran uang di sektor riil seperti perdagangan, jasa, dan usaha kecil menengah masih belum bergerak maksimal.

Untuk mengetahui perkembangan ekonomi Papua secara lebih rinci, BI Papua mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mengikuti laporan resmi yang diterbitkan secara berkala melalui kanal publikasi Bank Indonesia.

Ke depan, BI Papua menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan strategis dan koordinasi lintas sektor, sehingga dana masyarakat yang besar dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian Papua. (*).

Editor : Yohanes Palen
#uang #papua #perbankan