Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada jaringan digital.
Gangguan jaringan milik Telkom tersebut terjadi sekira pukul 08.20 WIT dan baru kembali normal pada pukul 12.56 WIT.
Sejumlah warga mengaku kesulitan beraktivitas, terutama yang bergantung pada aplikasi transportasi online.
Salah seorang warga, Indah, mengatakan dirinya tidak dapat memesan ojek online karena jaringan tidak tersedia.
“Biasanya saya pakai Maxim untuk bepergian, tapi tadi tidak bisa dipesan karena jaringan hilang. Jadi mau ke mana-mana jadi susah,” ujarnya saat ditemui di Mal Jayapura.
Indah mengaku sempat mengira gangguan berasal dari telepon genggam miliknya. Namun setelah beberapa waktu, ia menyadari bahwa gangguan terjadi secara luas.
“Awalnya saya pikir HP saya yang bermasalah, ternyata memang jaringannya yang hilang sejak sekitar pukul delapan lewat,” katanya.
Warga berharap gangguan tersebut segera ditangani agar aktivitas kembali normal, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan berbasis internet.
“Kalau jaringan seperti ini, aktivitas jadi terhambat. Harapannya bisa cepat diperbaiki,” tambahnya.
Sementara itu, Anton, tukang ojek yang mangkal di Pangkalan Ojek Vate 2 APO Gudang, menyebut gangguan jaringan belum terlalu berdampak pada jumlah penumpang.
“Untuk sekarang tidak ada perubahan, masih sama saja. Mungkin karena orang sudah berangkat kerja dan anak-anak juga sudah ke sekolah,” ujarnya.
Namun demikian, ia memperkirakan dampak gangguan baru akan terasa saat jam pulang kerja dan sekolah.
“Kita lihat nanti saat jam pulang, kalau jaringan masih terganggu mungkin baru terasa,” tutupnya.
Di media sosial, sejumlah warga juga meluapkan kekesalan mereka akibat terganggunya layanan internet dan telepon tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Telkom belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan. (*)
Editor : Elfira Halifa