Perjuangkan Aspirasi Rakyat hingga Nasional, Senator Eka Kristina Yeimo Raih Indonesia Future Figure

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 18:42 WIB
Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo saat menerima Future Figure Awards 2026 di Bali. (CEPOSONLINE.COM/EKA YEIMO FOR CEPOS)
Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo saat menerima Future Figure Awards 2026 di Bali. (CEPOSONLINE.COM/EKA YEIMO FOR CEPOS) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo Murib, meraih penghargaan Indonesia Future Figure Awards 2026 kategori Most Inspiring in Connecting People Aspiration atau sosok inspiratif dalam menghubungkan aspirasi masyarakat.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh One Magz tersebut diterima Eka dalam acara penganugerahan di Bali, Jumat (6/11/2026).

 Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam memperjuangkan serta menghubungkan aspirasi masyarakat, khususnya dari wilayah pedalaman Papua Tengah hingga ke tingkat nasional.

Kepada media ini melalui sambungan seluler, Sabtu (7/11/2026), Eka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada One Magz atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar piala atau piagam, melainkan pengakuan bahwa suara masyarakat dari pelosok Papua Tengah mendapat perhatian di tingkat nasional.

“Berdiri di podium ini, menerima penghargaan yang luar biasa ini, memicu rasa syukur yang mendalam di dalam hati saya. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam di atas dinding, melainkan sebuah pengakuan bahwa suara-suara dari pelosok pedalaman Papua Tengah terdengar dan dihargai di tingkat nasional,” ungkapnya.

Eka menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata milik dirinya, melainkan milik seluruh masyarakat Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya melalui jalur independen.

“Penghargaan ini sesungguhnya bukan milik saya, Eka Kristina Yeimo Murib seorang. Penghargaan ini adalah milik 146.004 masyarakat Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan melalui jalur independen,” katanya.

Ia secara khusus mendedikasikan penghargaan tersebut kepada kaum ibu, anak-anak, serta masyarakat adat yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan dan pemenuhan hak-hak dasar di Papua Tengah.

Menurut Eka, penghargaan itu menjadi pengingat terhadap perjuangan kaum ibu yang harus melahirkan di tenda-tenda pengungsian di Sinak, Pogoma, Kembru, dan Puncak. Penghargaan tersebut juga dipersembahkan bagi anak-anak Papua yang mendambakan pendidikan aman serta para tetua adat yang terus menjaga tanah ulayat dan kelestarian lingkungan.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk kaum ibu yang melahirkan di tenda-tenda pengungsian di Sinak, Pogoma, Kembru, dan Puncak, yang hak-hak dasarnya masih terus kita perjuangkan. Ini untuk anak-anak Papua yang mendambakan sekolah yang aman tanpa bunyi senjata, serta untuk para tetua adat yang terus menjaga kedaulatan tanah ulayat dan ekologi kita dari ancaman eksploitasi, seperti di Blok Wabu,” ujarnya.

Sebagai anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Eka mengatakan bahwa memperjuangkan aspirasi masyarakat merupakan tanggung jawab moral yang harus dijalankan.

 Karena itu, setiap melaksanakan kegiatan reses, dirinya berupaya menjangkau wilayah-wilayah rawan untuk mendengar secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Setiap kali saya turun melakukan reses, menembus wilayah-wilayah rawan, tugas saya bukanlah mencari pujian, melainkan menunaikan kewajiban moral sebagai penyambung lidah mereka di Senayan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sejumlah persoalan yang terus menjadi perhatiannya antara lain ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH), lambatnya pembangunan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB), serta berbagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat.

“Menyoroti ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH), mengkritisi lambatnya infrastruktur Daerah Otonomi Baru, dan membawa data kemanusiaan langsung ke Sidang Paripurna DPD RI adalah mandat murni yang harus saya jalankan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eka menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya tidak akan membuat dirinya berpuas diri ataupun berhenti memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua Tengah. Sebaliknya, apresiasi tersebut menjadi motivasi baru untuk terus bekerja dengan keberanian, ketulusan, dan tanggung jawab.

Ia mengatakan, selama ini dirinya menjalankan tugas bukan untuk mengejar pujian atau penghargaan, melainkan berusaha memberikan yang terbaik melalui kerja nyata.

“Saya bekerja dengan hati yang tulus, bukan untuk mencari pujian atau penghargaan. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik melalui kerja nyata dan tanggung jawab. Namun, ketika orang lain melihat, menilai, dan akhirnya memberikan penghargaan, di situlah saya menyadari bahwa ketulusan tidak pernah sia-sia,” ungkapnya.

Eka juga berpesan agar setiap orang tetap bekerja dengan hati dan tidak menjadikan pengakuan manusia sebagai tujuan utama dalam menjalankan tanggung jawab.

“Teruslah bekerja dengan hati, karena hasil yang tulus akan menemukan jalannya untuk dihargai. Ingat, jangan bekerja demi pengakuan manusia. Bekerjalah dengan ketulusan, biarkan hasil kerja dan waktu yang berbicara,” pesannya.

Ia menambahkan, perjuangan menghadirkan keadilan fiskal, memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, serta mendorong perdamaian melalui dialog yang bermartabat di Tanah Papua masih membutuhkan perjalanan panjang.

“Apresiasi yang saya terima tidak akan membuat saya berpuas diri atau berhenti. Sebaliknya, ini menjadi bahan bakar baru bagi saya untuk tetap vokal, tetap berani, dan tetap setia berdiri bersama rakyat miskin papa dan masyarakat adat,” katanya.

Menurut Eka, penghargaan tersebut harus menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan keadilan, kemanusiaan, dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Papua Tengah masih harus terus dilanjutkan, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

“Perjalanan memperjuangkan keadilan fiskal, kemanusiaan, dan perdamaian melalui dialog yang bermartabat di Tanah Papua masih sangat panjang,” pungkasnya.

Di akhir penyampaiannya, Eka menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua Tengah yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.

 Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan hingga ke pelosok negeri.

“Terima kasih atas dukungannya. Mari kita terus merawat kemanusiaan dan keadilan untuk seluruh pelosok negeri. Wa wa wa, Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
dpd ri Papua Tengah