Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 20:07 WIB
Ketua Umum PSSI Papua Tengah, Deinas Geley saat diwawancarai media ini usai dikukuhkan di Auditorium RRI Nabire, Jumat, (6/11/2026).  (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Ketua Umum PSSI Papua Tengah, Deinas Geley saat diwawancarai media ini usai dikukuhkan di Auditorium RRI Nabire, Jumat, (6/11/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Wajah sepak bola Papua Tengah bersiap menapaki babak baru. Baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Tengah, Deinas Geley, langsung memasang target tinggi. 

 

Tak tanggung-tanggung, ia memprogramkan transformasi total mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga pembangunan infrastruktur olahraga berskala besar.

 

​Komitmen tersebut disampaikannya usai resmi dikukuhkan sebagai Ketum PSSI Papua Tengah di Auditorium RRI Nabire, Jumat (6/11/2026). 

 

Di bawah kepemimpinannya, Deinas menegaskan bahwa kepengurusannya tidak ingin sekadar ada, melainkan membangun fondasi yang kokoh untuk mencetak talenta-talenta emas dari tanah Papua.

 

​"Ini mimpi besar saya. Saya ingin meletakkan fondasi yang baik bagi sepak bola Papua Tengah, sehingga apa yang kita bangun hari ini bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan," ujar Deinas penuh semangat.

 

​Deinas menyadari bahwa bakat alam saja tidak cukup. Kunci utama pencapaian prestasi ada pada sistem pembinaan yang terarah, yang bermula dari kualitas juru taktik di lapangan.

 

​Untuk itu, program prioritas pertamanya adalah mendatangkan pelatih-pelatih profesional dari luar daerah. Pelatih-pelatih lokal dari berbagai kabupaten nantinya akan dikumpulkan untuk mendapatkan pembekalan teori maupun praktik secara intensif.

 

"Salah satu program prioritas yang akan saya lakukan adalah mendatangkan pelatih-pelatih profesional dari luar daerah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para pelatih di seluruh kabupaten di Papua Tengah. Dengan begitu, potensi anak-anak muda kita bisa dikembangkan sejak dini hingga mampu bersaing di level regional, nasional, bahkan internasional," jelasnya penuh harapan.

 

​Langkah strategis ini juga diiringi dengan target ambisius untuk mendongkrak prestasi klub-klub asal Papua Tengah agar mampu merangsek naik dari level kompetisi bawah hingga menembus Liga 4, Liga 3, hingga Liga 2.

 

​Bukan hanya urusan taktik, Deinas juga menyoroti krisis fasilitas latihan yang kerap menjadi batu sandungan pembinaan usia dini. 

 

Ia berencana membangun komunikasi intensif dengan Gubernur Papua Tengah agar para bupati di wilayah tersebut mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan lapangan sepak bola di setiap kabupaten.

 

​"Anak-anak kita harus punya lapangan sendiri untuk berlatih. Jangan sampai kita ingin membangun sepak bola, tetapi tempat untuk mereka berlatih saja tidak tersedia," tegasnya. 

 

Ia bahkan mencontohkan daerah-daerah lain yang sukses melahirkan atlet hebat berkat kepedulian terhadap fasilitas hingga tingkat desa. ​Tak berhenti di tingkat kabupaten, Deinas juga memimpikan berdirinya stadion sepak bola yang megah dan representatif di pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah. 

 

Menurutnya, potensi kekayaan sumber daya alam Papua Tengah sudah sepatutnya direfleksikan melalui kemajuan fasilitas generasi mudanya.

​

​Di luar teknis dan infrastruktur, Deinas menekankan pentingnya merawat harmoni di dalam tubuh organisasi. Ia mengingatkan agar PSSI Papua Tengah menjadi rumah bersama yang merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat suku maupun status sosial.

 

“Sebagai Ketua PSSI, saya tidak bisa bermusuhan satu sama lain. Kita harus mengedepankan kekompakan, kebersamaan dan persatuan. Tidak boleh ada yang membedakan kamu dari suku ini atau suku itu, orang Papua atau non-Papua. Kita harus menjadi satu dan berkolaborasi untuk membangun negeri ini,” katanya.

 

Deinas juga menegaskan bahwa pembangunan Papua Tengah harus dimulai dari masyarakatnya sendiri. Ia berharap seluruh elemen dapat mengambil bagian dan memiliki semangat yang sama untuk membangun daerah.

 

Ia ingin kepemimpinannya di PSSI Papua Tengah tidak hanya menghasilkan program jangka pendek, tetapi juga meletakkan dasar yang kuat bagi perkembangan sepak bola di masa depan. (*)

Editor : Jimianus Karlodi
pssi OLAHRAGA Papua Tengah Ceposonline.com NABIRE