Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Elieser Yogi: Inovasi Bukan Lagi Pilihan, tetapi Kewajiban bagi Setiap OPD

Theresia F. Tekege • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:37 WIB
Kepala Bapperinda Papua Tengah, Eliezer Yogi Saat Memberikan keterangan kepada pers. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala Bapperinda Papua Tengah, Eliezer Yogi Saat Memberikan keterangan kepada pers. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Upaya tersebut diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).

 

Kepala Bapperinda Papua Tengah, Elieser Yogi, mengatakan Papua Tengah sebelumnya telah mencatat prestasi di tingkat nasional melalui penghargaan Innovation Government Award (IGA).

 

Namun menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan mempertahankan dan meningkatkannya.

 

“Meraih penghargaan itu memang tidak mudah, tetapi yang lebih sulit adalah mempertahankan dan meningkatkannya. Karena itu melalui bimtek dan pendampingan ini kami berharap seluruh OPD bisa lebih serius mengawal program atau kegiatan yang memiliki nilai inovasi,” kata Elieser.

 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas OPD dalam menyusun dan melaporkan inovasi daerah.

 

“Selain itu, pemerintah juga ingin memastikan setiap perangkat daerah mampu menghadirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Yogi.

 

Menurut Elieser, inovasi saat ini sudah menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan. Terlebih bagi OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan dan pencatatan sipil, serta pelayanan perizinan.

 

“Saat ini daerah dituntut untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan. Masyarakat harus merasakan bahwa pelayanan pemerintah itu hadir. Kalau sebelumnya pelayanan membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, melalui inovasi pelayanan itu bisa menjadi lebih cepat dan lebih mudah,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaan bimtek tersebut, Bapperinda juga melibatkan operator IGA dari masing-masing OPD.

 

“Langkah ini dilakukan karena sebagian besar operator yang ditugaskan merupakan personel baru sehingga membutuhkan pendampingan terkait penggunaan aplikasi dan tata cara penginputan data inovasi,” lugas Yogi.

 

Elieser menegaskan bahwa semangat inovasi juga menjadi perhatian serius Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah. Dalam berbagai kesempatan, pimpinan daerah selalu mengingatkan agar OPD tidak bekerja dengan pola lama yang kurang efektif.

 

“Pesan pimpinan sangat jelas, kepala OPD wajib melakukan inovasi. Jangan bekerja biasa-biasa saja, jangan bekerja secara manual. Harus ada terobosan yang bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Karena itu, ia berharap seluruh OPD dapat memanfaatkan kegiatan bimtek sebagai momentum untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan kerja masing-masing.

 

“Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi setiap OPD. Tujuannya satu, bagaimana masyarakat bisa merasakan pelayanan pemerintah yang lebih baik dari waktu ke waktu,” pungkas Elieser. (*)

 

Editor : Elfira Halifa
#Papua Tengah #Ceposonline.com