CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah turun langsung mengawal aksi massa di Nabire guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah, Yulius Wandagau, mengatakan kehadiran MRP di lapangan merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan untuk mendampingi massa aksi bersama aparat keamanan.
“Kami dari MRP, sesuai arahan pimpinan MRP Provinsi Papua Tengah, diminta turun untuk mengawal massa. Bersama aparat keamanan, kami mengawal dan mengantar mereka ke kantor DPR agar bisa menyampaikan aspirasi dengan aman dan lancar, serta kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” ujar Wandagau saat diwawancarai media di sela-sela pengawalan massa aksi di Nabire, Senin, (27/4/2026).
Ia menjelaskan, anggota MRP telah disebar di sejumlah titik strategis untuk memantau dan mengawal jalannya aksi, di antaranya kawasan Adamant, Pasar Karang, Asrama Puncak di Jalan Jakarta, Kalibobo (Asrama Deiyai), hingga Siriwini di depan rumah sakit.
“Kami sudah berada di beberapa titik kumpul untuk memastikan adik-adik kami dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan aman. Tujuan kami juga untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat,” kata dia.
Menurut Yulius, potensi gangguan dalam aksi tetap ada, baik dari dalam maupun luar kelompok massa. Karena itu, MRP berupaya mengantisipasi agar situasi tetap kondusif.
“Biasanya ada oknum-oknum tertentu, baik dari dalam maupun luar, yang berpotensi mengacaukan jalannya aksi. Itu yang kami hindari. Kami ingin situasi tetap aman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dan mahasiswa yang terlibat dalam aksi dapat menyampaikan aspirasi secara tertib, khususnya terkait konflik bersenjata yang terjadi di Distrik Kemburu dan Distrik Pogoma.
“Kami berharap massa dapat menyampaikan aspirasi terkait konflik bersenjata di Distrik Kemburu dan Pogoma dengan aman dan lancar di Kantor DPR Papua Tengah,” pungkasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono