Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Anis Labene: Jangan Tembak Masyarakat Sipil dan Berikan Perlindungan kepada Perempuan dan Anak di Puncak

Theresia F. Tekege • Jumat, 17 April 2026 | 12:29 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis Labene. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis Labene. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT) menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang terjadi di Kabupaten Puncak dan meminta seluruh pihak menahan diri serta tidak menjadikan masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, sebagai sasaran kekerasan.

 

 

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis-distrik Labene, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil di tengah situasi konflik yang terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak.

 

 

Melalui sambungan telepon, Anis mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat, termasuk beredarnya foto dan video di grup WhatsApp yang memperlihatkan kondisi di lapangan.

 

 

“Kami menerima banyak laporan langsung dari masyarakat terkait kondisi di Distrik Kembru. Situasi ini sangat memprihatinkan karena diduga sudah memakan korban dari kalangan masyarakat sipil,” ujar Anis Labene kepada media ini, Jumat, (17/4/2026).

 

 

Ia menegaskan kepada seluruh pihak, baik aparat keamanan maupun kelompok bersenjata, agar tidak menjadikan masyarakat sebagai sasaran dalam konflik.

 

 

“Saya dengan tegas meminta kepada pihak keamanan, termasuk juga TPNPB, agar tidak menembak masyarakat. Anak-anak dan perempuan harus dilindungi. Tidak boleh ada masyarakat sipil yang menjadi korban,” tegasnya.

 

 

Menurutnya, hingga saat ini data pasti terkait jumlah korban belum dapat dipastikan karena masih menunggu informasi resmi dari berbagai pihak. Namun, laporan sementara menyebutkan adanya korban dari kalangan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

 

 

“Informasi terakhir yang kami terima, sebagian masyarakat sudah dievakuasi ke Mulia dan Sinak. Namun, detail jumlah korban dan kronologi kejadian masih belum bisa dipastikan,” jelas Labene.

 

 

Anis juga meminta agar penanganan konflik dilakukan secara hati-hati dan terukur sesuai prosedur operasional standar (SOP), guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

 

 

“Penanganan harus benar-benar terukur dan penuh kehati-hatian. Jangan sampai situasi ini semakin memburuk dan menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak lagi,” tegas anggota DPR partai Nasdem ini.

 

 

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memihak kepada pihak manapun, namun menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil.

 

 

“Saya tidak menyalahkan siapa pun. Tapi saya minta kedua pihak menahan diri dan mengedepankan SOP. Kalau ada konflik antar pihak, itu urusan mereka, tapi jangan sampai masyarakat jadi korban,” tegas dia.

 

 

Selain itu, ia juga mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap kemungkinan adanya pihak luar yang memanfaatkan situasi konflik tersebut untuk kepentingan tertentu.

 

 

“Semua pihak harus berhikmat dalam menangani situasi ini. Jangan sampai ada pihak luar yang memanfaatkan kondisi ini untuk hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

 

 

Anis berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan menangani kondisi tersebut secara serius.

 

 

“Ini bukan kondisi biasa. Ini sudah kondisi luar biasa dan perlu penanganan cepat serta serius dari semua pihak,” tutup Anis Labene. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Papua Tengah #DPRP