Hari Anak Nasional, Gubernur Papua Tengah Tegaskan Rumah Harus Aman dan Sekolah Bebas Perundungan

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 05:20 WIB
Suasana peringatan Hari Anak Nasional di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, diwarnai dengan penyerahan hadiah lomba english competition kepada salah satu peserta didik. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Suasana peringatan Hari Anak Nasional di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, diwarnai dengan penyerahan hadiah lomba english competition kepada salah satu peserta didik. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus dimulai dari lingkungan terdekat mereka, yakni keluarga dan sekolah.

 

Rumah harus menjadi tempat yang aman, sementara sekolah wajib menjadi ruang belajar yang ramah anak, bebas dari kekerasan maupun perundungan.

 

Penegasan itu disampaikan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, pada peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Kamis (23/7/2026).

 

Dalam sambutannya, Ukkas mengatakan tema Hari Anak Nasional tahun ini, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan," menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. 

 

“Anak-anak merupakan bagian penting dalam pembangunan Papua Tengah. Masa depan daerah ini ditentukan oleh pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan pembentukan karakter yang mereka terima sejak dini," kata Ukkas membacakan sambutan gubernur. 

 

Ia menegaskan, setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, menyampaikan pendapat, serta terbebas dari diskriminasi, perundungan maupun eksploitasi.

 

"Rumah harus menjadi tempat yang aman. Sekolah harus menjadi tempat belajar yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena kondisi ekonomi, tempat tinggal, disabilitas maupun latar belakang keluarganya," ujarnya. 

 

Menurut Ukkas, mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua.

 

Pemerintah, sekolah, lembaga adat, lembaga keagamaan, dunia usaha hingga masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam memenuhi hak-hak anak. 

 

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas anak melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta penguatan keluarga.

 

Upaya itu juga dibarengi dengan peningkatan kualitas guru, fasilitas belajar, budaya membaca hingga pengembangan kreativitas anak.

 

 "Kehadiran anak-anak penyandang disabilitas juga menegaskan bahwa setiap anak mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, berpartisipasi, serta mengembangkan potensinya," katanya. 

 

Ukkas juga mengingatkan anak-anak agar menggunakan telepon genggam, internet, dan media sosial secara bertanggung jawab.

 

Ia meminta teknologi tidak digunakan untuk menghina, mempermalukan, atau melakukan perundungan terhadap teman.

 

"Apabila mengalami kekerasan, diskriminasi, perundungan, atau merasa tidak aman, jangan takut untuk berbicara kepada orang tua, guru, pendamping, atau petugas yang dapat dipercaya. Kalian berhak mendapatkan pertolongan dan perlindungan," ucapnya. 

 

Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Ukkas meminta agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.

 

 "Ciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Setiap laporan kekerasan harus ditangani secara serius dan mengutamakan keselamatan anak," tegasnya. 

 

Ukkas mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat perlindungan terhadap anak di Papua Tengah.

 

 "Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga, diperkuat di sekolah, didukung masyarakat, dan dijamin oleh pemerintah," pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
Papua Tengah hari anak nasional