Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Seminar Wawasan Kebangsaan, Pemprov Tekankan Pentingnya Nasionalisme di Papua Tengah

Theresia F. Tekege • Rabu, 29 April 2026 | 15:36 WIB
Suasana Seminar Wawasan Kebangsaan Di Aula RRI Nabire. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 
Suasana Seminar Wawasan Kebangsaan Di Aula RRI Nabire. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme, khususnya bagi generasi muda, dalam menghadapi dinamika sosial dan pembangunan di Tanah Papua.

Hal itu disampaikan Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten I Setda Papua Tengah, Alanthino Wiay, saat membuka Seminar Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh DPD Barisan Merah Putih Papua Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan sejarah sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan.

“Momentum ini sangat tepat, karena bertepatan dengan refleksi sejarah 1 Mei 1963, yang menjadi awal tanggung jawab pembangunan di Papua yang kini harus kita wujudkan melalui pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persatuan bangsa yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang, baik melalui jalur diplomasi, tekanan politik, maupun operasi militer.

Karena itu, melalui seminar ini diharapkan dapat memperkuat tiga hal penting, yakni mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa, memberikan edukasi kepada generasi muda, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah keberagaman.

Alanthino juga mengajak para peserta, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi aktif berpikir dan berdiskusi dalam memahami dinamika sosial serta geopolitik Papua.

“Manfaatkan forum ini untuk menggali pengetahuan, berdiskusi secara kritis, dan memahami dinamika sosial serta geopolitik yang membentuk Papua hari ini,” kata dia.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap sejarah harus menjadi dasar dalam membangun masa depan Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera.

“Jangan berhenti pada memahami sejarah, tetapi jadikan itu sebagai pijakan untuk membangun Papua Tengah yang kuat dalam persatuan, adil dalam kesejahteraan, dan bermartabat dalam kebangsaan,” tutupnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Papua Tengah #Ceposonline.com #seminar