Kunjungi Papua Tengah, Menteri Desa dan Menteri Koperasi Tanam Jagung Dua Hektar di Nabire

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Selasa, 12 Agustus 2025 | 08:03 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Budi Arie Setiadi saat menanam Jagung.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Budi Arie Setiadi saat menanam Jagung.

CEPOSONLINE.COM — NABIRE — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin, (11/8/2025). 

 

Dalam kunjungan tersebut, kedua menteri memimpin penanaman jagung seluas dua hektar di kampung Bumi Raya Sp 1 Nabire, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire sebagai bagian dari program pengembangan ekonomi berbasis pertanian di wilayah tersebut.

 

Penanaman dilakukan di lahan percontohan milik kelompok tani yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberdayakan petani lokal melalui penguatan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

 

Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk mendorong kemandirian desa. 

 

“ Nanti ada koperasi desa merah putih yang bisa jadi penampung atau pengepul hasil pertanian disini seperti jagung, beras, ubi sayuran dan lain-lain. Kita bisa tampung di koperasi desa merah putih sekaligus memastikan MBG supaya sukses sama seperti daerah lain,” tutur Yandri.

 

Menurutnya Jagung ini bukan hanya untuk pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Pemerintah siap mendukung dari sisi pendampingan hingga akses pasar. 

 

Sementara itu, Menkop UKM menekankan peran koperasi dalam menampung dan memasarkan hasil panen petani. 

 

“ Kami ingin petani tidak hanya menanam, tetapi juga mendapatkan nilai tambah. Koperasi akan menjadi tulang punggung agar hasil jagung ini dapat diolah dan dijual dengan harga yang layak,” jelasnya.

 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut baik program ini dan berharap ke depan lahan jagung dapat diperluas. 

 

“Dua hektar ini adalah awal. Kami yakin, dengan pendampingan dan dukungan pemerintah pusat, masyarakat akan semakin semangat mengembangkan pertanian,” kata Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Papua Tengah, Norbertus Mote. 

 

Tokoh masyarakat setempat, Marten Pigai juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. 

 

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan bahan pangan dari luar daerah dan membuka lapangan kerja bagi anak muda di Nabire,” ujarnya.

 

Ia juga meminta akses jalan dari jalur-jalur di SP dapat diperpanjang hingga kali bumi agar akses pertanian semakin luas. 

 

“ Ini tanah kami orang Papua. pemerintah tolong perpanjang jalan sampai kali bumi. Kami mau menanam untuk hidup kami yang lebih baik,” tukasnya. 

 

Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pemberdayaan Ekonomi Desa yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan koperasi dan BUMDes. 

 

Program ini dirancang agar hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah. 

 

Dengan adanya program ini, Nabire diharapkan menjadi salah satu pusat produksi jagung di Papua Tengah, sekaligus model pemberdayaan ekonomi yang dapat direplikasi di kabupaten lainnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
tanam jagung Papua Tengah Ceposonline.com