Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Lewat FGT, PTFI Terus Cetak Pemain Lewat Usia Dini

Erianto Pasae • Senin, 20 April 2026 - 15:40 WIB
Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum didampingi Ketum PSSI Papua saat menyerahkan trophy juara kepada SSB Putra Yeabhu Nendali di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (18/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum didampingi Ketum PSSI Papua saat menyerahkan trophy juara kepada SSB Putra Yeabhu Nendali di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (18/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sepak bola di Bumi Papua melalui penyelenggaraan Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 usi dini yang digelar di Stadion Mandala, Jayapura, pada 17–18 April 2026.

SSB Nafri menjadi kampiun untuk U10, Arkiles Fonatana dari SSB Tunas Muda Hamadi sebagai pemain terbaik, kiper terbaik Herman Isak Manggaprouw dari SSB Nafri dan tim terbaik diraih SSB Petra Sentani.

Kemudian untuk U12, SSB Putra Yeabhu Nendali berhasil mempertahankan gelar juara mereka setelah mengandaskan SSB Nafri. Kemudian pemain SSB Nafri, Sem Neymar Msen dipilih sebagai pemain terbaik, Frits Tokoro dari SSB Yeabu sebagai kiper terbaik dan SSB Nafri sebagai tim terbaik.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum mengatakan bahwa FGT lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter.

“PTFI berkomitmen mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua unggul, termasuk melalui olahraga,” ungkap Nathan Kum dalam sambutannya.

Ia menyebutkan bahwa PTFI tidak hanya menyelenggarakan FGT sebagai agenda rutin pembinaan usia dini, tapi PTFI telah memiliki wadah yang lebih luas dalam “rumah” Papua Football Academy di Mimika yang membina talenta muda Papua secara menyeluruh, mulai dari teknik sepak bola, pendidikan formal, hingga pembentukan karakter.

“Dengan dukungan fasilitas dan pelatih berstandar internasional, para siswa PFA telah berkompetisi di berbagai level dan menorehkan prestasi yang membanggakan Papua,” ujarnya.

Kata Nathan Kum, Sebagai buah hasil dari pembinaan usia dini yang terstruktur dan berstandar tinggi, di tahun 2025 terdapat 6 alumni PFA dipanggil untuk seleksi Timnas U17. 

Berlanjut di tahun ini , 3 siswa PFA angkatan kedua, Stenly Meyanu, Yance Glen Imbiri dan Dolfi Salossa juga dipanggil Timnas U17 untuk masuk pemusatan training camp sekaligus berkompetisi sebagai bagian dari persiapan menuju AFC U17 Asian Cup 2027.

“Melalui turnamen ini (FGT), kami ingin menghadirkan pengalaman bertanding yang berkualitas, menjunjung disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan,” ucapnya.

“Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” sambungnya.

Ia berharap FGT bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk berani bermimpi lebih tinggi dan kelak berprestasi di tingkat nasional maupun dunia.

Kemudian Ketua Umum PSSI Papua, Benhur Tomi Mano melayangkan apresiasi tinggi kepada PTFI yang terus konsisten memberikan dukungan terhadap pembinaan sepakbola di Papua.

“Terimakasih kepada Freeport Indonesia yang sudah menyelenggarakan turnamen ini. Kita bisa melihat talenta-talenta muda kita. Dan Papua adalah Brasil-nya Indonesia, pencetak pemain terbaik,” ungkapnya.

“Dan kepada anak-anakku, berlatihlah agar menjadi pemain hebat, menjadi pemain nasional,” tutupnya. (*).

Editor : Agung Trihandono
#pemain bola #Ceposonline.com #Papua sport #pt freeport indonesia (ptfi)