Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lewat FGT, PTFI Terus Cetak Pemain Lewat Usia Dini

E
Penulis: Erianto Pasae❯
Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum didampingi Ketum PSSI Papua saat menyerahkan trophy juara kepada SSB Putra Yeabhu Nendali di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (18/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum didampingi Ketum PSSI Papua saat menyerahkan trophy juara kepada SSB Putra Yeabhu Nendali di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (18/4/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sepak bola di Bumi Papua melalui penyelenggaraan Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 usi dini yang digelar di Stadion Mandala, Jayapura, pada 17–18 April 2026.

SSB Nafri menjadi kampiun untuk U10, Arkiles Fonatana dari SSB Tunas Muda Hamadi sebagai pemain terbaik, kiper terbaik Herman Isak Manggaprouw dari SSB Nafri dan tim terbaik diraih SSB Petra Sentani.

Kemudian untuk U12, SSB Putra Yeabhu Nendali berhasil mempertahankan gelar juara mereka setelah mengandaskan SSB Nafri. Kemudian pemain SSB Nafri, Sem Neymar Msen dipilih sebagai pemain terbaik, Frits Tokoro dari SSB Yeabu sebagai kiper terbaik dan SSB Nafri sebagai tim terbaik.

Advertisement

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum mengatakan bahwa FGT lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter.

“PTFI berkomitmen mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua unggul, termasuk melalui olahraga,” ungkap Nathan Kum dalam sambutannya.

Ia menyebutkan bahwa PTFI tidak hanya menyelenggarakan FGT sebagai agenda rutin pembinaan usia dini, tapi PTFI telah memiliki wadah yang lebih luas dalam “rumah” Papua Football Academy di Mimika yang membina talenta muda Papua secara menyeluruh, mulai dari teknik sepak bola, pendidikan formal, hingga pembentukan karakter.

Advertisement

“Dengan dukungan fasilitas dan pelatih berstandar internasional, para siswa PFA telah berkompetisi di berbagai level dan menorehkan prestasi yang membanggakan Papua,” ujarnya.

Kata Nathan Kum, Sebagai buah hasil dari pembinaan usia dini yang terstruktur dan berstandar tinggi, di tahun 2025 terdapat 6 alumni PFA dipanggil untuk seleksi Timnas U17. 

Berlanjut di tahun ini , 3 siswa PFA angkatan kedua, Stenly Meyanu, Yance Glen Imbiri dan Dolfi Salossa juga dipanggil Timnas U17 untuk masuk pemusatan training camp sekaligus berkompetisi sebagai bagian dari persiapan menuju AFC U17 Asian Cup 2027.

“Melalui turnamen ini (FGT), kami ingin menghadirkan pengalaman bertanding yang berkualitas, menjunjung disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan,” ucapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Messi dan Ronaldo Masuk 26 Nominasi FIFPRO World 11 2026, Ini Daftar Lengkapnya!

Messi dan Ronaldo Masuk 26 Nominasi FIFPRO World 11 2026, Ini Daftar Lengkapnya!

Federasi Internasional Pesepak Bola Profesional (FIFPRO) mengumumkan daftar nama yang masuk dalam 26 pemain nominasi tim terbaik dunia

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaporkan temuan 326 kasus baru HIV-AIDS sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Puluhan Orang Kena Tipu Info Loker, Kerugian Capai Puluhan Juta 

Puluhan Orang Kena Tipu Info Loker, Kerugian Capai Puluhan Juta 

Kasus dugaan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja kembali mencuat di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer