GEMAS HA-ANIM Sasar 5.568 Bayi OAP, Pemprov Papua Selatan Siapkan Anggaran Rp 9,5 Miliar

Yulius Sulo • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 09:04 WIB
Para peserta sosialisasi GEMAS Ha Anim dari 4 Kabupaten cakupan Papua Selatan di Hotel Halogen, Kamis (5/11/2026).(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Para peserta sosialisasi GEMAS Ha Anim dari 4 Kabupaten cakupan Papua Selatan di Hotel Halogen, Kamis (5/11/2026).(CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial meluncurkan Program Perlindungan Sosial Generasi Emas Anak Negeri (Gemas Ha Anim) Tahun Anggaran 2026. 

 

Program ini menyasar 5.568 bayi orang asli Papua (OAP) berusia 0 hingga 12 bulan di empat kabupaten di Papua Selatan.

 

Peluncuran program tersebut berlangsung di Hotel Halogen, Merauke, Kamis (5/11/2026). 

Program Gemas Ha Anim merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan perlindungan sosial serta pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini, khususnya dari keluarga OAP.

 

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan, Yunus Yod, menjelaskan bahwa melalui program tersebut setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sosial non-tunai sebesar Rp250.000.

 

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar bayi, terutama berkaitan dengan gizi, kesehatan, perawatan dan perlindungan anak pada masa pertumbuhan awal.

 

Dikatakan, total alokasi anggaran Program Gemas Ha Anim Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp9,5 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp8,352 miliar dialokasikan untuk bantuan penerima manfaat, sedangkan Rp1,148 miliar digunakan untuk kebutuhan operasional program.

Pendanaan program bersumber dari sisa Dana Otonomi Khusus (Otsus) serta 1,25 persen Dana Pemberdayaan Ekonomi.

 

Yunus Yod mengatakan, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada anak-anak OAP sejak usia dini. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran dan kondisi geografis Papua Selatan.

 

Menurutnya, keterbatasan tersebut membuat jangkauan program belum dapat menjangkau seluruh sasaran secara maksimal hingga distrik dan kampung-kampung terpencil di empat kabupaten.

 

Karena itu, pihaknya berharap ke depan terdapat penambahan alokasi anggaran menjadi 1,5 persen atau sekitar Rp20 miliar agar semakin banyak anak OAP yang dapat menerima manfaat program tersebut.

 

“Anggaran yang disediakan saat ini belum cukup untuk menjangkau keempat kabupaten secara maksimal hingga ke kampung-kampung karena alokasinya masih terbatas. Kami berharap ke depan ada penambahan anggaran menjadi 1,5 persen atau sekitar Rp20 miliar sehingga program ini dapat menjangkau saudara-saudara kita di wilayah yang jauh,” pintanya. 

 

Untuk memastikan program berjalan dengan baik, Dinas Sosial bersama pihak terkait terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, distrik hingga aparatur kampung.

 

Pelibatan aparat kampung juga dioptimalkan dalam proses pendataan calon penerima manfaat. Selain itu, dilakukan verifikasi secara berlapis agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan diterima keluarga yang memenuhi kriteria.

 

Melalui Program Gemas Ha Anim, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap perlindungan sosial bagi anak usia dini OAP semakin meningkat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus Papua Selatan yang sehat, cerdas dan sejahtera. (*)

Editor : Elfira Halifa
dinas sosial Ceposonline.com PAPUA SELATAN