Giliran SMPN 7 Merauke Jadi Sasaran Pemprov Papua Selatan Sosialisasikan Pendidikan Antikorupsi 

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:39 WIB
Inspektorat Daerah Papua Selatan saat sosialisasi Pendidikan anti korupsi di SMPN 7 Merauke di Kurik, Kamis (24/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL)
Inspektorat Daerah Papua Selatan saat sosialisasi Pendidikan anti korupsi di SMPN 7 Merauke di Kurik, Kamis (24/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Setelah menggelar sosialisasi di SMAN I Kurik, giliran SMPN 7 Merauke, di Distrik Kurik, Kamis (24/9/2026). 

 Inspektur Inspektorat Provinsi Papua Selatan diwakili  Plt. Sekretaris Inspektorat, Adnan Budiman, menyampaikan bahwa sebagai daerah otonom baru yang masih muda, Provinsi Papua Selatan saat ini sedang meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), pemerintahan yang bersih (clean governance), transparan dan akuntabel.

Fondasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan pemerintahan saat ini, tetapi juga menjadi warisan yang akan diteruskan kepada generasi mendatang. Karena itu, upaya membangun budaya antikorupsi perlu dilakukan sejak dini, termasuk melalui lingkungan pendidikan.

Adnan menegaskan bahwa integritas bukanlah konsep yang jauh dan rumit. Integritas justru hadir dalam hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari, seperti jujur pada diri sendiri, tidak mencontek saat ujian, menolak segala bentuk plagiarisme dalam tugas sekolah, disiplin dan tepat waktu.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak membiasakan diri mentoleransi berbagai bentuk pelanggaran, meskipun terlihat kecil.

“Jangan pernah berkompromi terhadap pelanggaran, sekecil apapun itu. Karena korupsi besar diawali dari toleransi terhadap ketidakjujuran kecil,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adnan mengajak seluruh warga SMP Negeri 7 Merauke untuk menjadikan sekolah sebagai “Integritas Zone”, yaitu kawasan yang bebas dari praktik-praktik menyimpang, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Papua Selatan.

Melalui kegiatan sosialisasi pendidikan antikorupsi ini, diharapkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter para siswa. Dengan demikian, generasi muda Papua Selatan diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan dan masyarakat yang bersih, transparan, serta berintegritas. (*)

Editor : Weny Firmansyah
PAPUA SELATAN Kurik