Pemprov Papua Selatan Sebut Merauke Salah Satu Kabupaten Maju di Tanah Papua

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:57 WIB
Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu bertemu Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Khusus Kemendagri Dr. Sumule Tumbo, Anggota Komisi II DPR RI perwakilan Papua Selatan Indra Jaya dan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gede dan jajarannya  di Merauke, Senin (10/8/2026).
(CEPOSONLINE.COM/SULO) 
Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu bertemu Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Khusus Kemendagri Dr. Sumule Tumbo, Anggota Komisi II DPR RI perwakilan Papua Selatan Indra Jaya dan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gede dan jajarannya  di Merauke, Senin (10/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menilai Kabupaten Merauke merupakan salah satu daerah yang cukup maju di Tanah Papua, terutama dari sektor pertanian dan sejumlah indikator pembangunan lainnya.

Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu dalam pertemuan dengan Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Khusus di Kementerian Dalam Negeri Dr. Sumule Tumbo, Anggota Komisi II DPR RI perwakilan Papua Sekatan Indra Jaya dan Pemerintah Kabupaten Merauke di Merauke, Senin (10/8/2026).

Sekda Ferdinandus Kainakaimu menyampaikan bahwa Merauke memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Tanah Papua, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian.

“Kalau dari sektor pertanian dan semua sektor, Merauke termasuk contoh. Kabupaten yang maju di Tanah Papua,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Menurutnya, pembangunan di Merauke masih harus terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia berharap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Merauke saat ini dapat membawa daerah tersebut menjadi lebih maju ke depan.

“Jangan puas di situ saja. Kami berharap kepada pimpinan kabupaten sekarang dan wakil bupati, Merauke akan dibawa lebih maju lagi,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah indikator pembangunan Merauke, salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang disebut telah berada di angka sekitar 70. Selain itu, tingkat kemiskinan di Merauke juga dinilai relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lainnya di Tanah Papua.

Kondisi tersebut dinilai turut memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Provinsi Papua Selatan, mengingat Merauke merupakan salah satu kabupaten dengan kontribusi terbesar bagi provinsi tersebut.

“Kalau dari IPM sudah cukup tinggi, di angka 70. Dari angka kemiskinan juga sudah cukup rendah. Ini menandakan kontribusi bagi Provinsi Papua Selatan, tetap di jalan provinsi yang terbaik karena kontribusi terbesar dari Kabupaten Merauke,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Ferdinandus Kainakaimu membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Merauke untuk menyampaikan berbagai persoalan, hambatan, maupun kebutuhan pembangunan yang dihadapi daerah.
Kehadiran jajaran Ditjen Otda Kemendagri bersama perwakilan DPR RI dinilai menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Salah satu sektor yang disoroti adalah pelayanan kesehatan, khususnya keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.
Menurutnya, kondisi RSUD perlu menjadi perhatian bersama karena rumah sakit tersebut telah ada sejak sebelum pemekaran sejumlah kabupaten di wilayah selatan Papua.

“Rumah sakit umum daerah ini sebenarnya sudah ada sebelum pemekaran kabupaten yang lainnya. Merauke sudah punya rumah sakit umum daerah,” katanya.

Ia juga menyinggung kondisi pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini dinilai masih banyak mengandalkan rumah sakit swasta, termasuk Rumah Sakit Bunda.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyampaikan kondisi dan berbagai kebutuhan RSUD Merauke dalam forum tersebut sehingga dapat menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah pusat.

Selain sektor kesehatan, Kemendagri juga meminta pemerintah daerah menyampaikan persoalan di bidang pendidikan maupun sektor pembangunan lainnya.


Persoalan pembangunan di wilayah perbatasan juga menjadi perhatian. Ia menyebut kawasan Sota sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian, termasuk terkait kondisi sejumlah kampung yang masih menghadapi keterbatasan pelayanan dan pembangunan.

“Kami beberapa waktu lalu sempat ada di perbatasan Sota. Ada kampung-kampung yang belum mendapatkan pelayanan yang memadai dan sebagainya. Itu juga mungkin bisa disampaikan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menegaskan posisi strategis Kabupaten Merauke dalam pembangunan nasional, khususnya melalui kontribusinya pada sektor pertanian.

Menurutnya, Merauke tidak hanya memiliki peran penting bagi Provinsi Papua Selatan, tetapi juga menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan nasional di sektor pertanian.

Dengan berbagai potensi dan capaian tersebut, pemerintah pusat berharap Pemerintah Kabupaten Merauke dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di berbagai sektor, sekaligus menyampaikan berbagai hambatan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat. (*)

Editor : Agung Trihandono
Merauke Ceposonline.com PAPUA SELATAN