Sepuluh Siswa OAP dari Merauke dan Boven Digoel Diterima Ikuti Bimbel Persiapan Masuk Sekolah Kedinasan
Yulius Sulo• Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:18 WIB
Siswa-siswi kelas XII SMA dari Merauke dan Boven Digoel saat mengikuti seleksi Bimbel selama 9 bulan di Jakarta sekolah kedinasan. Dari 30 anak yang mengikuti seleksi tersebut, 10 orang dinyatakan lulus. (Sulo/Ceposonline.com)
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan Yayasan Patriot Muda Jakarta melakukan seleksi bimbingan belajar (Bimbel) selama 9 bulan untuk masuk ke sekolah kedinasan.
Kepala Dinas Pendidikan dana Kebudayaan Papua Selatan Ignas Babaga mengungkapkan untuk tahap pertama, pihaknya telah melakukan seleksi bagi anak-anak asli Papua untuk digembleng mengikuti bimbingan belajar selama 9 bulan di Jakarta untuk nantinya mengikuti test masuk sekolah kedinasan baik Akmil, Akpol, IPDN, dan sekolah kedinasan lainnya.
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah kedinasan lainnya baik itu IPDN, keuangan, perhubungan, BMKG dan sekolah kedinasan lainnya. Nah, kita coba melalui dana Otsus untuk melakukan mempersiapkan anak-anak kita ini dengan bimbungan belajar selama 9 bulan oleh Yayasan Patriot Muda di Jakarta,’’ kata Ignasius Babaga.
Igasius Babaga menjelaskan, untuk Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, seleksi secara ketat telah dilakukan. Dimana dari ratusan siswa kelas XII SMA yang ikuti seleksi, terjaring 30 anak. selanjutnya dari 30 anak tersebut, didapatkan 10 anak untuk ikuti Bimbingan Belajar.
‘’Untuk Kabupaten Asmat dan Mappi, seleksi juga akan segera kita lakukan untuk mendapatkan 10 anak untuk mengikuti Bimbel selama 9 bulan di Jakarta,’’ katanya.
Direktur Yayasan Patriot Muda Training Centre Jakarta Muhammad Siswan Efendi, menjelaskan, 10 anak lulus ini rencananya akan diberangkatkan Rabu atau Kamis ke Jakarta untuk mengikuti bimbuingan belajar selama 9 bulan.
‘’Mereka ini dipersiapkan untuk masuk sekolah kedinasan. Nanti selama Bimbel itu akan kita lihat potensi anak-anak apakah harus masuk Akmil, Akpol atau sekolah kedinasan lainnya. Sekolah kedinasan ini banyak. Ada IPDN, Imigrasi. Ada perhubungan, BMKG, Keuangan dan sebagainya. Jadi nanti kita lihat dari potensi yang mereka miliki kemudian kita arahkan ke sana,’’ tandasnya. (*)