Pemprov Papsel Teken Kerja Sama dengan 9 Rumah Sakit Nasional Pengampu dan 7 Rumah Sakit Pengampu Regional
Yulius Sulo• Rabu, 6 Mei 2026 | 07:02 WIB
Gubernur Papoua Selatan Apolo Safanpo saat menandatangani MoU dengan ddirektur 9 rumah sakit nasional pengampu dan direktur 7 rumah sakit regional pengampu di Kantor Gubernur Papua Selatan, Selasa (5/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO)
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melakukan MoU dan perjanjian kerja sama dengan direktur 9 rumah sakit nasional pengampu dan direktur 7 rumah sakit regional pengampu di Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor, Kurik, Kabupaten Merauke, Selasa (5/5/2026).
Kerja sama itu ditandatangani langsung para direktur rumah sakit dengan gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo disaksikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan dr. Benedicta C. Herlina Rahangiar, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun, dan Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu. Hadir juga 4 direktur RSUD kabupaten di Papua Selatan, yakni Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digoel.
Adapun 9 direktur rumah sakit nasional pengampu tersebut yakni RSK Dharmais, RSJPD Harapan Kita, RSPON Mahar Mardjono, RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita, RS Persahabatan, RSPI Soelianti Saroso, PKJN Marzuki Mahdi dan RSM Cicendo.
Sementara 7 rumah sakit regional pengampu yakni RSUP Wahidin Sooedirohoesod , RSUP Kandou, RSUD Soetomo, RSUD Jayapura, RSUP Sardjito, RSUD Syaiful Anwar dan RSM Bali Mandara.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, fasilitas pelayanan Kesehatan di Papua Selatan masioh sangat terbatas. Saat ini, Pemerintah Papua Selatan baru memiliki 8 rumah skait dan 85 puskesmas yang tersebar di 4 kabupaten cakupan wilayah Papua Selatan dengan jumlah kurang lebih 500.000 penduduk. Dari jumlah penduduk tersebut, hampir 45 persen terkonsentrasi di Kabupaten Merauke.
‘’Papua Selatan saat ini mengalami keterbatasan dalam penyelenggaraan pelayanan Kesehatan, dimana sampai saat ini kita belum memiliki rumah sakit provinsi yang presentative sebagai pusat rujukan dan kita masih mengalami kendala dalam 3 hal baik sarana prasarana Kesehatan, peralatan Kesehatan dan sumber daya manusianya,’’ katanya.
Karena itu, lanjut mantan Rektor Uncen ini, pihaknya berkomitmen untuk terus berusaha memenuhi kekurangan-kekurangan dan keterbatasan yang dialami saat ini.
‘’Mohon bantuan dari Bapak Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Kesehatan Lanjutan dan Direktur Pelayanan Klinik,’’ pintanya.
Selama ini, ungkap gubernur Apolo Safanpo, masih banyak masyarakat Papua Selatan yang harus dirujuk ke kabupaten maupun keluar Papua. Ini terjadi karena masih terbatasnya sarana prasarana dan sumber daya manusia Kesehatan yang dimiliki Papua Selatan.
‘’Karena itu, kita sangat bersyukur dengan adanya program ini karena akan sangat membantu peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Selatan. Mudah-mudahan dengan adanya program ini, masyarakat kita yang membutuhkan layanan Kesehatan rujukan bisa mendapatkan akses pelayanan yang baik dan bisa diobati di Papua Selatan,’’ katanya.
Pada Kesehatan tersebut, gubernur Apolo Safanpo menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui Dirjen Kesehatan Lanjutan dan Direktur Pelayanan Klinik dan seluruh direktur rumah sakit baik rumah sakit nasional pengampu maupun rumah sakit regional pengampu yang telah tiba di Papua Selatan dan bisa bekerja sama untuk mendorong peningkatan pelayanan Kesehatan di Papua Selatan.
Sementara itu Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus kolaborasi dalam memberikan layanan Kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Masyarakat, kata dia, punya hak untuk mendapatkan pelayanan yang sama dengan masyarakat yang ada di ibukota negara. Termasuk masyarakat yang ada di kampung-kampung, daerah terpencil punya hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan tersebut.
‘’Negara hadir sesuai dengan amanat konstitusi akses dan keterjangkauan layanan Kesehatan berkualitas pada seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia bagi setiap orang, semuanya disediakan secara merata,’’ tandasnya.
Agenda Penandatanganan nota kesepahaman program layanan prioritas nasional bersama pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan rumah sakit pengampu nasional, rumah sakit pengampu regional.
Kemudian, jejaring layanan kanker, jantung stroke, uro-nefrologi, kesehatan ibu, dan anak, Gastro-hepatologi, TB-respirator, diabetes, penyakit infeksi emerging, kesehatan jiwa dan mata.
Lalu, penandatanganan perjanjian kerja sama program layanan prioritas nasional bersama rumah sakit pemerintah kabupaten se-Provinsi Papua selatan dengan rumah sakit pengampu nasional.
Selanjutnya, rumah sakit pengampu regional, jejaring layanan kanker, jantung, stroke, Uro-nefrologi, kesehatan ibu dan anak , gastro-hepatologi, TB-respiratori, diabetes, penyakit infeksi emerging, kesehatan jiwa dan mata. (*)