Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pemprov Gandeng GGGI- Pemangku Kepentingan Bentuk Forum Energi Daerah 

Yulius Sulo • Rabu, 29 April 2026 | 15:53 WIB

 Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu saat pimpin  pada pembentukan membentuk Forum Energi Daerah Papua Selatan,  Rabu (29/4/2026) 

(Humas Biro Umum Setda Papsel/Ceposonline.com)

Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu saat pimpin  pada pembentukan membentuk Forum Energi Daerah Papua Selatan,  Rabu (29/4/2026)  (Humas Biro Umum Setda Papsel/Ceposonline.com)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan lainnya melalui kerjasama membentuk Forum Energi Daerah Papua Selatan.   

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan,  Ferdinandus Kainakaimu mengatakan, Papua Selatan sebagai provinsi baru terbentuk, sudah saatnya memikirkan bagimana memajukan provinsi ini.

Ia menyebut, lebih banyak masyarakat di provinsi itu masih dalam keterisolasian, sulit dijangkau, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) juga tidak lengkap.

"Itu menjadi pergumulan bagi kami bagaimana berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia," kata Sekda Ferdinandus mewakili Gubernur Apolo membuka Kick-Off Pembentukan Forum Energi Daerah Papua Selatan, implementasi Perdasi RUED Nomor 6 Tahun 2025 di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor, Rabu (29/4/2026).

Ferdinandus mengatakan, sebagai provinsi baru dimekarkan, tentunya membutuhkan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam daerah, juga harus membangun kolaborasi dan administrasi yang baik.

Dari sisi energi, kata dia, Papua Selatan memiliki potensi yang kaya, maka kalau tidak memulai untuk mengelola potensi itu, tidak akan pernah dirasakan oleh rakyat.

Papua Selatan mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun tata kelola energi, tentunya yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah provinsi berkomitmen melalui pengesahan Perdasi Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Nomor 6 Tahun 2025, namun demikian tidak cukup dengan regulasi.

"Kita memerlukan platform kolaboratif yang dapat mengkolaborasikan seluruh pemangku kepentingan,"ujarnya.

Sekda Ferdinandus menyebut, forum energi daerah Papua Selatan ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi bersama. 

Forum ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk saling berbagi, berinteraksi dan berkolaborasi dalam membahas berbagai tantangan terkait energi.

"Kita mewujudkan ini dengan komitmen yang ada, dan tentunya sejalan," jelasnya.   

Dikatakan, kapasitas SDM Papua Selatan  perlu ditingkatkan, karena sampai saat ini masih sangat rendah. Karena itu, perlu kolaborasi bersama, tapi juga  harus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat Papua Selatan.  
Disebutkan,  hingga kini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan listrik namun sama sekali tak ada manfaat ekonomi. Kebanyakan listrik dipakai sebagai sesuatu yang positif sehingga habis begitu saja, demikian juga dengan solar sel. 

"Kami Pemerintah sangat terbatas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan isu-isu yang terjadi di daerah,"kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mohon kerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan semua agar mensosialisasikan kepada masyarakat agar cepat ditangkap.

"Hari ini listrik dipake begitu saja, tidak ada kegiatan-kegiatan bermanfaat, 99 persen belum menggunakan listrik secara cerdas," terangnya.   

Mengacu dengan itu, tegas Sekda Kainakaimu,  wajib melakukan edukasi kepada masyarakat ketika pemasangan meteran PLN dan instalasi lainnya. Pemprov berharap kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), melalui pembentukan forum ini, kedepan akan bekerjasama, saling bahu membahu, saling berkomunikasi sehingga bersama membawa masyarakat lebih baik kedepan. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#gggi #Ceposonline.com #PAPUA SELATAN