Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Demo di Wamena Berakhir Ricuh Usai Hujan Batu di Halaman Kantor DPRP Papua Pegunungan

Deni Tonjau • Senin, 27 April 2026 | 13:15 WIB
Masa saat berhamburan keluar dari halaman kantor DPRP usai terjadi pelemparan kepada anggota DPRP Papeg yang menerima aspirasi, Senin (27/4/2026).
(Ceposonline.com/Deni Tonjau)
Masa saat berhamburan keluar dari halaman kantor DPRP usai terjadi pelemparan kepada anggota DPRP Papeg yang menerima aspirasi, Senin (27/4/2026). (Ceposonline.com/Deni Tonjau)

 CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Aksi demo yang digalang oleh beberapa organisasi mahasiswa Papua Papua Pegunungan yang dipusatkan di kantor DPRP berakhir ricuh. 

 

Kericuhan terjadi usai Doa pembukaan hingga menyebabkan seorang Anggota DPRP dan Wakapolres Jayawijaya terluka di bagian kepala karena lemparan batu.u Senin (27/4/2026)

 

Awalnya masa yang berkumpul beberapa titik seperti Sinakma, Potikelek dan Pikhe melakukan long march secara bersamaan hingga sampai di halaman kantor DPRP Papua Pegunungan dengan aman dan lancar dikawal anggota Polres Jayawijaya.

 

 Bahkan setelah sampai, beberapa peserta aksi diantaranya sudah mulai melakukan orasi penolakan militer non organik 

 

Namun pada saat usai melakukan doa pembukaan tiba -tiba ada batu yang melayang dari arah masa kepada Anggota DPRP Papua Pegunungan dan Wakapolres Jayawijaya yang berada di depan untuk melakukan pengamanan demo tersebut

 

Sontak masa dari luar mulai melakukan pelemparan, aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya bersama Brimob Batalyon D Wamena langsung melepaskan gas air mata dan juga tembakan peringatan ke udara. Namun masa membalas dengan lemparan baru ke arah aparat dan aparat terus berupaya memukul mundur masa.

 

Saat mundur ini ada salah satu wanita yang menggunakan motor, mencoba untuk menerobos masa yang berada di jalan A. Yani Wamena dan sontak langsung menjadi bulan -bulanan masa yang ada di jalan tersebut, beruntung aparat kepolisian langsung bergerak untuk menyelamatkan korban dan membawanya ke RSUD Wamena.

 

Disamping itu, masa yang membubarkan diri juga melakukan pengerusakan terhadap kantor kantor dan sejumlah rumah dan ruko yang ada di jalan tersebut dengan cara melempar kaca - kacanya dengan batu, dan aparat terus berupaya memukul mundur masa hingga situasi kota Wamena dapat terkendali. (*)

Editor : Agung Trihandono
#mahasiswa #Papua Pegunungan #Ceposonline.com