Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tidak Bermaksud Mengkerdilkan Suku Manapun, Aloysius Giyai Minta Masyarakat Pegunungan Menahan Diri

Yohanes Palen • Jumat, 20 Juni 2025 | 12:53 WIB

Kepala Suku Besar Papua Pegunungan, Aloysius Giyai. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)
Kepala Suku Besar Papua Pegunungan, Aloysius Giyai. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)


CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kepala Suku Besar Papua Pegunungan Tengah, Aloysius Giyai meminta masyarakat dari Papua Pegunungan untuk bisa menahan diri.

Hal ini disampaikannya terkait dengan cuplikan video Wali Kota Jayapura yang kini viral di media sosial sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat pegunungan di Kota Jayapura saat ini.

"Saya mengimbau kepada semua saudara saya dari pegunungan untuk menahan diri dan harap bersabar,"ungkap Aloysius Giyai saat dihubungi Ceposonline.com via telepon selulernya, Jumat (20/6/2025) siang.

Menurutnya, sebagai manusia biasa mungkin ucapan bapak Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo membuat masyarakat dari pegunungan tersingung dan marah.

Tetapi di sisi lainnya bapak Wali Kota juga sudah memberikan klarifikasi maksud dari penyampainnya tersebut bahwa ia sama sekali tidak punya niat mengkerdilkan suku manapun atau pegunungan.

"Kita harap maklum mungkin ini sebuah kekeliruan dari bapak Wali Kota, tetapi saya yakin dia orang baik yang punya hati untuk merangkul semua orang yang tinggal di Kota Jayapura ini,"ujarnya.

Aloysius Giyai menyampaikan, jika saat ini dirinya sedang melakukan koordinasi dengan semua tokoh-tokoh dari pegunungan.

Ia berharap bapak Wali Kota nantinya bisa duduk dan berkumpul bersama dengan semua tokoh ini untuk saling bertukar pikiran dan memberikan pemahaman serta tujuannya yang sebenarnya.

"Mungkin ini hanya sebuah kekeliruan saja dan itu wajar saja, tetapi di sisi lain perlu kita duduk bersama dan disitu kita bisa saling bermaaf-maafan," pintanya.

Aloysius Giyai menyampaikan bahwa sosok bapak Abisai Rollo selain dia sebagai Wali Kota tetapi dia adalah tokoh adat sebagai seorang ondoafi besar.

Dia juga merupakan orang tua dari masyarakat pegunungan selama ini, karena selama ini dia banyak memberikan perhatian kepada masyarakat pegunungan.

Selain itu ada banyak warga dari pegunungan yang dia pelihara dan tinggal bersamanya.

Beliau juga memberikan tanahnya di Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura untuk tempat tinggal.

"Tidak usah kita terlalu menangapi isu yang ada secara berlebihan, kalau saat ini ada reaksi masyarakat itu hal yang wajar saja, mungkin ini menyangkut harga diri dan kewibawaan suku. Apalagi mereka juga berkontribusi besar terhadap kehidupan di Kota Jayapura,"tegasnya.

Sambung Aloysius Giyai, pernyataan Wali Kota bisa ditanggapi positif, sehingga apa yang menjadi kekeliruan dari ucapan bapa Wali Kota bisa disampaikan di depan semua tokoh-tokoh dari pegunungan.

"Paling penting disini kita tetap saling menjaga kebersamaan sebagai sesama orang Papua,"tuturnya.

Kembali lagi Aloysius Giyai menghimbau agar seluruh masyarakat dari pegunungan tetap tenang.

"Kita sebagai tokoh paham dan mengerti dengan situasi yang dihadapi masyarakat saat ini, karena mungkin ini menyangkut harga diri, suku dan kelompok tertentu,"bebernya.

"Kita tunggu saja pangilan dari bapak Wali Kota sebagai orang tua dan harap menahan diri dulu,"harap Aloysius Giyai.

Iapun berharap agar situasi ini tidak boleh ada penyusupan dengan kepentingan lainnya.

"Harus kita selesaikan antara anak dan bapa demi kedamaian di Kota Jayapura ini," ujar Aloysius Giyai.

Aloysius Giyai mengatakan, jika dirinya cukup lama mengenal bapak Abisai Rollo sebagai sahabat yang baik dan orang tua.

Beliau juga orangnya baik dan punya jiwa kepemimpinan yang bisa merangkul semua orang.

"Bapak Abisai Rollo banyak memelihara dan membina saudara-saudara saya dari pegunungan dan suku lainnya. Saya punya masyarakat juga dikasih tanah untuk mereka bikin rumah di Distrik Muara Tami,"terangnya.

Namun pihaknya menyarankan bahwa saat ini bapak Abisai Rollo sekarang sudah jadi Wali Kota yang mana menjalankan roda Pemerintahan dengan sistem kerja yang sudah diatur.

"Beliau memimpin kota ini dengan penduduk yang ada didalamnya milik Indonesia yang berasal dari berbagai suku, agama dan kelompok, kalau bisa kita saling menjaga satu sama lainnya,"cetusnya.

Aloysius Giyai percaya bahwa bapak Wali Kota tidak punya niat untuk mengkerdilkan suku manapun di Kota Jayapura ini.

"Sebagai manusia biasa pasti ada salah ucap, namun paling utama adalah kehidupan bersama kedepanya untuk bersama membangun kota ini tetap damai dan saling menopang satu sama lainnya,"tutup Aloysius Giyai. (*).

Editor : Agung Trihandono
#Aloysius Giyai #Ceposonline.com