Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Papua Bidik Sumber PAD Baru, Potensi Migas dari Supiori hingga Sarmi Mulai Digenjot

Elfira Halifa • Rabu, 1 Juli 2026 | 07:23 WIB
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri dalam serangkaian pertemuan dengan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CEPOSONLINE/COM/HUMAS PEMPROV).
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri dalam serangkaian pertemuan dengan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CEPOSONLINE/COM/HUMAS PEMPROV).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua terus mencari sumber-sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah percepatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas), bersamaan dengan upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil melalui Program Papua Terang.

Komitmen tersebut menjadi fokus pembahasan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri dalam serangkaian pertemuan dengan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Usai melakukan pembahasan bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Gubernur melanjutkan agenda dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) guna mendorong percepatan eksplorasi potensi migas yang tersebar di sejumlah wilayah Papua.

Menurut Fakhiri, Papua memiliki potensi migas yang besar, baik di kawasan perairan maupun daratan.

Apabila dikelola secara optimal, sektor tersebut diyakini mampu menjadi sumber pendapatan baru yang dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan.

"Kementerian ESDM sebelumnya telah melakukan survei seismik di kawasan perairan Papua, mulai dari Supiori hingga Jayapura. Saat ini hasilnya sudah memasuki tahap pelelangan wilayah kerja migas," ujar Fakhiri dalam rilisnya.

Ia mengungkapkan, potensi migas juga terdapat di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi. Aktivitas eksplorasi di kedua daerah tersebut pernah dilakukan pada era 1970-an hingga 1980-an, namun terhenti akibat kondisi keamanan saat itu.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua meminta Kementerian ESDM kembali menurunkan tim teknis untuk melakukan survei lanjutan serta kajian yang lebih komprehensif guna memastikan potensi migas dapat dikembangkan secara optimal.

"Pengembangan sektor migas di Papua diharapkan mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah," katanya.

Selain pengembangan migas, Gubernur Papua juga menaruh perhatian besar terhadap pemerataan akses energi listrik melalui Program Papua Terang.

Dalam pertemuan bersama Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Fakhiri meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat elektrifikasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses listrik.

Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten segera menyampaikan data kebutuhan elektrifikasi agar dapat dimasukkan dalam program nasional tahun 2026 dan 2027.

Bagi kampung-kampung yang belum dapat dijangkau jaringan PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sebagai solusi bertahap dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Menurut Fakhiri, kehadiran listrik bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan warga di wilayah pedalaman.

"Harapan kami, seluruh kampung di Papua dapat menikmati listrik sehingga masyarakat benar-benar merasakan Papua yang terang," tegasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#matius fakhiri #papua #pad