CEPOSONLINE.COM, SORONG– Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, ribuan umat Muslim di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, memilih cara unik dan menyentuh untuk merayakannya. Bukan sekadar seremonial, mereka memadati Bazar Amaliah Akbar 2026 yang digelar khusus untuk menggalang dana pembebasan lahan perkuburan Islam baru yang kian mendesak.
Aksi nyata yang mengombinasikan semangat religius dan kepedulian sosial ini berpusat pada pengadaan fasilitas publik. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat hingga pemerintah daerah, menjadikannya potret nyata kuatnya semangat gotong royong di tanah Papua.
Ketua Panitia Pembangunan Makam Muslim, Syarif Nari, melaporkan bahwa antusiasme warga dan pelaku usaha sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 176 stan bazar ikut ambil bagian dalam meramaikan acara akbar ini, mulai dari kuliner hingga kebutuhan pokok. Tak hanya belanja, pengunjung juga dihibur dengan berbagai hadiah menarik dari para donatur.
Dikatakan bahwa pihaknya memasang target total penjualan mencapai Rp1,5 miliar dari kegiatan ini. Seluruh keuntungan dan sumbangsih yang terkumpul akan dialokasikan langsung untuk pembebasan lahan pemakaman.
"Insyaallah dengan niat kita, pengadaan tanah perkuburan Islam ini bisa terlaksana dengan baik. Tanpa kehadiran Bapak-bapak maupun Ibu-ibu, panitia tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Syarif Nari, Selasa (16/6/2026).
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Akbar Provinsi Papua Barat Daya, Abdul Muthalib, menjelaskan bahwa langkah strategis telah diambil demi masa depan umat. Panitia telah mengamankan rencana pembelian lahan seluas 25 hektar yang berlokasi di area Kilo 10 masuk—tepatnya di belakang kawasan Kampung Bugis, bersebelahan dengan pemakaman lama.
Lahan tersebut dibeli dari keluarga besar Kaladison dengan nilai total transaksi mencapai Rp7,5 miliar, atau setara dengan Rp250 juta per hektar.
Menurut Abdul Muthalib, gerakan ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan sebuah pengingat spiritual bagi seluruh umat.
"Melalui momentum 1 Muharram ini, mari kita menyisihkan rezeki guna membangun fasilitas umum yang sangat dibutuhkan tersebut," ajaknya.
Aksi solidaritas ini diapresiasi Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Dalam sambutannya, Gubernur memuji kontribusi besar umat Muslim dalam menjaga stabilitas, roda ekonomi, dan kerukunan di wilayah Sorong maupun Papua Barat Daya secara umum.
"Kita semua menyaksikan Sorong dan Papua Barat Daya bisa seperti ini karena kita semua, termasuk di dalamnya kontribusi terbesar dari umat Muslim," kata Elisa Kambu.
Gubernur juga menitipkan pesan mendalam agar semangat kebersamaan ini terus dirawat dengan baik. Di tengah dinamika global yang tak menentu, ia berharap Papua Barat Daya mampu mengukuhkan posisinya sebagai daerah percontohan toleransi di Indonesia.
"Di mana sesama warga bisa hidup berdampingan dengan penuh rasa toleransi," pungkasnya(*)
Editor : Lucky Ireeuw