Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Mengadu ke MK: MBG Jalan, Kami Kehilangan Pekerjaan

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Guru Mengadu ke MK: MBG Jalan, Kami Kehilangan Pekerjaan
Guru Mengadu ke MK: MBG Jalan, Kami Kehilangan Pekerjaan

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah kembali menjadi sorotan.

 

Kali ini, program tersebut disebut berdampak pada nasib guru di berbagai daerah, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), keterlambatan gaji, hingga bertambahnya beban kerja di sekolah.

Advertisement

 

Fakta tersebut diungkapkan Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, saat memberikan keterangan dalam sidang pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (15/6).

 

Advertisement

Dikutip dari JawaPos.com, Iman menyampaikan sejak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis pada 2026, banyak guru honorer maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terdampak langsung.

 

"Setelah ada MBG 2026 terjadi pemutusan hubungan kerja secara massal terhadap guru PPPK dan juga guru honorer. Guru honorer yang sudah terangkat menjadi PPPK paruh waktu juga gajinya di bawah gaji honorer," ujar Iman di hadapan majelis hakim konstitusi.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Tengah, Deinas Geley, langsung memasang target.

​Siap Gelar Aksi, BEM USTJ Ingatkan Kampus Soal Asas Praduga Tak Bersalah

​Siap Gelar Aksi, BEM USTJ Ingatkan Kampus Soal Asas Praduga Tak Bersalah

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menyayangkan sikap pihak birokrasi kampus yang dinilai belum

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

Meski berada di pinggiran Kota Jayapura, kehidupan sepasang suami istri Elieser Pepuho dan Milka Ongge ternyata jauh dari hiruk pikuk.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer